Dua Terduga Pembakar Wanita Mojokerto Ditahan

publicanews - berita politik & hukumPolisi menggelar olah TKP penemuan tengkorak wanita hangus yang ditemukan di kebun Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Minggu (2/6). (Foto: suaramojokerto)
PUBLICANEWS, Mojokerto - Polisi menahan dua dari tiga terduga pembakar wanita SR (55) yang ditemukan di kebun Desa Kesemen, Kecamatan Ngoro, Mojokerto, Minggu (2/6) lalu. Dua pelaku adalah WY (26), menantu tiri SR asal Kecamatan Buduran dan temannya ML (23). Satu terduga pelaku lainnya, yakni MI alias LM (20), tidak ditahan.

"Keduanya kami tahan karena kami kenakan pasal berlapis, pembunuhan dan pencurian, ancaman hukumannya seumur hidup," kata Kasat Reskrim Polres Mojokerto AKP Muhammad Solikhin Fery di kantornya, Kamis (20/6).

Penahanan WY dan ML ini menimbulkan pertanyaan karena hingga saat ini polisi belum memastikan tengkorak tersebut adalah SR karena tes DNA belum keluar. Penangkapan kedunya diduga hanya berdasarkan laporan hilangnya warga Buduran, Sidoarjo, itu pada 1 Mei 2019.

Mereka diringkus di rumah masing-masing pada Senin (3/6), namun MI dipulangkan. Alasan polisi, MI dijerat Pasal 181 KUHP tentang menghilangkan mayat untuk menyembunyikan kematian seseorang.

"Ancaman hukuman 9 bulan penjara. Perannya hanya membantu membakar korban," ujar AKP Solikhin.

Tengkorak di Mojokerto Diduga Wanita Sidoarjo yang Hilang

Polisi menduga WY menghabisi mertuanya dengan menjerat lehernya menggunakan sabuk pengaman mobil. Selanjutnya, WY meminta ML membakar jasad SR di area perkebunan. Lalu ML menyuruh MI untuk menghilangkan jejak.

WY dan ML dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. "Kondisi saat itu apakah korban masih hidup atau mati saat dibakar kan tidak tahu," ia menandaskan.

Tengkorak diduga SR tersebut dievakuasi ke RS Bhayangkara Polda Jatim di Surabaya untuk proses identifikasi. Polisi telah melakukan tes DNA terhadap putra SR, CH (37), namun hasilnya belum diumumkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top