Kriminalitas Papua

Panglima Laskar Jihad Mulai Disidang dalam Kasus Lagu Rohani

publicanews - berita politik & hukumPanglima Laskar Jihad Ustad Jafar Umar Thalib. (Foto: Kawatimur)
PUBLICANEWS, Jayapura - Panglima Laskar Jihad Ustad Jafar Umar Thalib mulai menjalani sidang di Pengadilan Negeri Makassar, Sulawesi Selatan, pada Rabu (12/6). Jafar bersama enam orang lainnya didakwa mengancam dan merusak rumah warga di kawasan Koya Barat, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua, pada 27 Februari 2019 lalu.

"Jafar Umar Thalib dan kawan-kawan dengan terang-terangan dan dengan tenaga bersama menggunakan atau melakukan kekerasan terhadap orang atau barang," kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Muhammad Iryan, siang ini.

Terdakwa dikenakan UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 pasal 2 ayat (1) tentang senjata api, amunisi, bahan peledak, senjata pemukul, senjata penikam, senjata penusuk.

Jafar beserta enam anggotanya juga didakwa dengan tindak pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 170 ayat (1) KUHP. "Untuk pasal darurat sekitar 10 tahun ancaman pidananya. Pasal 170 ancaman pidananya di atas 5 tahun penjara," Jaksa Iryan menambahkan.

Ketika diminta tanggapan hakim atas dakwaan itu, penasihat hukum Jafar Umar Thalib, Achmad Michdan, mengatakan tidak akan melakukan eksepsi. "Targetnya agar sidang cepat selesai," kata Achmad.

Achmad juga meminta agar kliennya mendapat penangguhan panahanan karena saat ini sedang sakit jantung.

Kasus yang menjarat Jafar berawal ketika Henock Niki (41) memutar musik rohani dengan volume keras di rumahnya di Jalan Protokol Koya Barat, Distrik Muara Tami, Jayapura.

Jafar bersama enam orang lainnya mendatangi rumah Henock karena volume suara musiknya telah mengganggu ibadah di masjid. Ia juga memerintahkan dua anak buahnya menggunakan samurai memotong kabel dan merusak rumah korban.

Kasus ini memicu demo warga Jayapura. Mereka menghendaki Jafar dan pengikutnya meninggalkan tanah Papua. Seruan serupa disampaikan pimpinan muslim di Papua Thaha Al-Hamid.

Pimpinan Laskar Jihad Ahlus Sunnah Waljamaah tersebut pernah ditangkap pada 2002 lalu. Ia dituduh mengancam akan membunuh semua keluarga mantan Presiden Soekarno. termasuk Presiden Megawati Sukarnoputri saat itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top