Kriminalitas Cimahi

Gadis Tuna Rungu Dicabuli Petugas Sosial

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Cimahi - Gadis tuna rungu SY (15) menjadi korban pencabulan oknum pekerja sosial pada Dinas Sosial Jawa Barat saat mengikuti pelatihan keterampilan di Bina Rehabilitasi Sosial Penyandang Cacat (BRSPC) Cibabat, Cimahi.

Menurut ibu asuh korban, YRR (44), kasus ini terjadi pertengahan Mei 2019. Selama ikut pelatihan, warga Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, itu menginap di mes BRSPD.

"Pihak Dinsos menjamin kalau dia (korban) akan baik-baik saja karena di sana ada peksos," kata YRR kepada wartawan di Sekolah Luar Biasa (SLB) Citeureup, Cimahi, Senin (17/6).

Kasus tersebut terbongkar saat salah seorang pekerja sosial di BRSPC, AR alias S datang ke rumah korban dan meminta ijin kepada ibu kandungnya untuk mengajak SY jalan-jalan. Ibu korban mengizinkan setelah memastikan kepada pekerja sosial lainnya bahwa AR adalah pekerja sosial di BRSPC Cibabat.

AR memulangkan SY lebih cepat. Ibu kandung korban merasa ada yang aneh, ia lalu memberi tahu YRR bahwa SY mengalami kekerasan seksual. Dalam ponsel SY juga terdapat percakapan korban dengan temannya yang menjurus ke arah pelecehan.

Kasus tersebut dilaporkan ke Polres Cimahi dan sudah ditangani oleh penyidik unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). Korban SY juga menjalani visum.

Polisi baru memeriksa korban dan mengumpulkan barang bukti. "Dari pemeriksaan sementara hasil visum terdapat luka robek pada bagian sensitif korban," ujar Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Niko Nurrallah Adiputera saat dikonfirmasi. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top