Papua

Pemimpin KKB Wiginus Gire Kembali ke NKRI

publicanews - berita politik & hukumWiginus Gire menyerahkan senjata api laras panjang kepada Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda dalam upacara di Lapangan Monumen Roh Kudus, Puncak Jaya, Papua, Selasa (11/6). (Foto: Indonesiaberita.com)
PUBLICANEWS, Puncak Jaya - Pimpinan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Tinggineri, Papua, Talengga Gire alias Wiginus Gire, secara resmi kembali ke Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Wiginus juga mengajak tiga anggotanya menyerahkan senjata mereka pada TNI.

Ketiga anak buah Wiginus tersebut adalah Piningga Gire (25 ), Tekiles Tabuni (30), dan Perengga (27).

"Ditandai dengan penyerahan sepucuk senjata api jenis Mouser, nomor senjata 323 R berserta tiga butir amunisi kaliber 7,62 mm," kata Kapendam 17 Cenderawasih Kolonel Inf M Aidi dalam keterangan pers di Puncak Jaya, Selasa (11/6)

Kembalinya mereka ditandai dengan upacara di Lapangan Roh Kudus Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, pada pukul 09.30 WIT. Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda bertindak selaku Inspektur upacara, sedangkan komandan upacara Kapten Czi Ferdian Nuary (Pasi Pers Kodim 1714/PJ). Para mantan anggota OPM itu diwajibkan mencium bendera Merah Putih.

Wiginus dan kawan-kawan juga menyatakan ikrar berhenti menjadi KKB tanpa paksaan. Wiginus juga berjanji akan mengajak anggota KKB lainnya untuk mengikuti jejaknya. Adapun senjata mereka yang diserahkan merupakan hasil rampasan saat mereka menyerang Polsek Karubaga, Kabupaten Tolikara, pada 2013.

"Saya dan keluarga ingin hidup tenang dan tenteram dalam NKRI," kata Wiginus.

Wiginus merupakan mantan ajudan Goliat Tabuni, panglima tinggi OPM. Selama mengikuti Tabuni, ia kerap dijanjikan jabatan tinggi, namun tak pernah terealisasi.

Sementara Bupati Puncak Jaya Yuni Wonda akan memberikan pekerjaan kepada empat mantan KKB itu sesuai dengan kemampuan dan tingkat pendidikannya. Mereka juga akan dibangunkan rumah.

"Saya mengimbau yang masih bersebrangan dengan NKRI segera kembali kepangkuan NKRI, karena Papua sudah merdeka dalam bingkai NKRI," Yuni menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top