Kriminalitas Sukoharjo

Penyerang Pos Polisi Kartasura Penjual Gorengan yang Pendiam

publicanews - berita politik & hukumPelaku bom bunuh diri tergeletak di Pospam 01 Simpang Tiga Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6) malam, (Foto:.Istimewa)
PUBLICANEWS, Solo - Pelaku bom bunuh diri di Pospam 01 Simpang Tiga Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Senin (3/6) malam, dikenal sebagai sosok pendiam. Ia juga jarang ke masjid.

Rofik Asharudin (22), terduga pelaku, adalah lulusan SMK. Ia tinggal di Dusun Kranggan Kulon, Desa Wirogunan, Kartasura.

Kepala Dusun Kranggan Kulon Sudalmanto (51) mengatakan, sejak lulus SMK, Rofik sempat merantau tetapi kemudian kembali ke kampungnya. Sepulang merantau itulah ia menjadi pendiam dan jarang ke masjid.

"Sehari-hari menjadi tulup (menangkap) burung dan jual gorengan," ujar Sudalmanto, Selasa (4/6).

Tim Densus 88 telah menggeledah rumah Rofik yang masih tinggal bersama orangtuanya. Petugas menyita beberapa barang bukti. Menurut Kades Wirogunan Marjono yang diminta jadi saksi penggeledahan mengatakan petugas menemukan kabel, arang, belerang, serbuk putih, alumunium sebesar jari hingga alat penumbuk.

"Barang-barang itu di dalam almari pakaiannya," kata Marjono. Penggeledahan dilakukan pukul 01.00 hingga 03.30 WIB tadi, ia diminta masuk rumah selama 15 menit.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Rycko Amelza Dahniel menjelaskan, bom ditujukan pada petugas Pospam 01 Kartasura. Namun, serangan ini tidak berhasil melukai 4 petugas yang ada di dalam pos.

Menurut Rycko justru bom yang meledak pada Senin (3/6) sekitar pukul 22.30 WIB itu melukai terduga pelaku. Bahan peledak menempel di bagian tangan, pinggang, dan kaki. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top