Kriminalitas Bandung

Dokter DS Ditangkap Sebarkan Hoaks Bocah Tewas Ditembak Polisi

publicanews - berita politik & hukumDokter DS dihadirkan dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Barat, Selasa (28/5). (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Bandung - Dokter DS dijemput polisi setelah mengunggah hoaks polisi tembak anak usia 14 tahun hingga tewas saat kerusuhan 22 Mei 2019. Polisi menampilkan dokter dari Bandung tersebut dalam jumpa pers di Mapolda Jawa Barat, Selasa (28/5).

Direskrimsus Polda Jabar Kombes Samudi mengatakan, DS mengunggah berita bohong alias hokas di akun media sosial Facebook.

Posting-an pelaku ini dapat dilihat oleh seluruh pengguna akun media sosial Facebook,” kata Samudi, siang ini.

DS yang diminta berbicara, menyampaikan permintaan maaf dan mengakui kesalahannya. "Saya meminta maaf karena akun Facebook saya membuat memanas dan mengganggu," ujarnya.

Menurutnya, tulisan di akun tersebut bukan ia buat sepenuhnya, melainkan berdasar bahan diskusi di grup yang ia ikuti. "Itu copas dalam grup sedang diskusi bahan diskusi bagaimana cara kita netralisir,” kata DS.

Berikut unggahan DS di akun Facebook atas nama @dodisuardi.

‘Malam ini Allah memanggil hamba-hamba yang di kasihinya. Seorang remaja tanggung, menggenakan ikat pinggang berlogo osis, diantar ke posko mobile ARMII dalam kondisi bersimbah darah. Saat diletakkan distetcher ambulans, tidak ada respon, nadi pun tidak teraba. Tim medis segera melakukan resusitasi. Kondisi sudah sangat berat hingga anak ini syahid dalam perjalanan ke rumah sakit. Tim medis yang menolong tidak kuasa menahan air mata. Kematian anak selalu menyisakan trauma. Tak terbayang perasaan orangtuannya. Korban tembak polisi seorang remaja 14 tahun tewas".

Polisi menjerat DS dengan pasal 14 ayat 1 dan ayat 2, serta pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP dan Pasal 207. Samudi menegaskan DS terancam hukuman penjara 5 tahun.

DS merupakan dokter ahli kebidanan dan bergelar doktor. Ia juga tercatat sebagai pengajar di salah satu perguruan tinggi dan berpraktik di rumah sakit ternama di Bandung. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top