Yoguakarta

Warga Pandeyan Bantul Tolak Kadus Wanita

publicanews - berita politik & hukumSpanduk penolakan kadus wanita oleh warga Pandeyan, Bantul, DI Yogyakarta. (Foto: harianjogja.com)
PUBLICANEWS, Bantul - Warga Dusun Pandeyan, Desa Bangunharjo, Bantul, Yogyakarta, menolak Yuli Lestari (41) menjadi kepala dusun (kadus). Alasannya, kadus terpilih tersebut wanita dan galak.

Yuli, mantan anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bangunharjo, sudah melewati persyarakatan dan mendapat dukungan.

"Karena lihat peluang itu maka saya ingin mencobanya, lalu saya berembuk sama suami dan akhirnya suami mendukung," kata Yuli kepada wartawan di rumahnya, Minggu (19/5).

Wanita yang aktif mengajar PAUD ini menggantikan kadus lama yang meninggal. Untuk itu ia dengan berat hati mundur dari BPD. Sesuai Peraturan Daerah Kabupaten Bantul, ia juga harus mendapat dukungan 100 warga.

"Akhirnya saya dapat 150 KTP dan karena karena syaratnya hanya 100 KTP maka hanya saya pakai 100 KTP," ia menjelaskan.

Yuli dinyatakan lolos seleksi administrasi bersama lima pesaingnya pada 4 Mei 2019 di Universitas Widya Mataram. Ia bahkan juga lulus tes tertulis hingga pidato.

Selesai tes itu Yuli langsung pulang dan tidak menunggu hasil tes. Namun, malam harinya mendapat kabar ia memperoleh ranking satu.

Yuli sempat mencari tahu penyebab warga menolaknya menjadi kadus. Menururnya, ia sudah mengikuti peraturan yang berlaku, baik mengumpulkan syarat dan mengikuti tes hingga hasilnya di peringkat teratas.

"Terus saya tanya ke saudara saya, apa dasar penolakan itu. Katanya karena saya perempuan, galak, dianggap tidak melayani masyarakat," ujarnya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top