Polda dan Pemda Jatim Larang Warganya ke Jakarta

publicanews - berita politik & hukumKapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa usai menggelar bukan puasa bersama di Mapolda Jatim, Jumat (17/5). (Foto: beritajatim.com)
PUBLICANEWS, Surabaya - Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan dan Gubernur Khofifah Indar Parawansa melarang warganya bergerak ke Jakarta pada 22 Mei. Hal tersebut untuk mencegah mobilisasi masyarakat mengikuti ajakan unjuk rasa di media sosial.

"Kami tahhu bahwa di medsos ini sungguh luar biasa ajakan-ajakan ke Jakarta dengan adanya pihak-pihak yang ingin memperkeruh," kata Luki dalam acara buka puasa bersama di Mapolda Jatim, Surabaya, Jumat (17/5) malam.

Menurutnya, penyampaian aspirasi bisa dilakukan di Bawaslu Jatim. Untuk itu polisi bekerja sama dengan Pemda melakukan sosialisasi ke masyarakat. Polda Jatim juga akan menggerlar sweeping di beberapa tempat jika ada masyarakat yang membawa senjata tajam.

"Kita lakukan tahapan-tahapan sesuai SOP. Kami akan tindak tegas apabila mereka membawa senjata tajam," Luki menegaskan.

Sementara, Khofifah menyarankan masyarakat lebih fokus ibadah di bulan Ramadan. Terkait hasil Pemilu, ia mengungkapkan rekapitulasi di Jatim telah rampung.

"Proses yang dilakukan di Jatim, TPS, kecamatan, Kabupaten Kota, semuanya sudah selesai dengan saksi-saksi dari partai, DPD, saksi capres sudah selesai semua," kata Khofifah yang hadir dalam buka bersama itu.

Sebelumnya, KH Solachul Aam Wahib Wahab atau Gus Aam menyebutkan akan ada 10 ribu massa Forum Umat Islam (FUI) se Jatim yang akan ke Jakarta pada aksi 22 Mei.

"Tapi bukan saya saja. Kan banyak, dari kiai mungkin ada, yang lain-lain ada," ujar Gus Aam saat unjuk rasa di Depan Kantor Bawaslu Jatim beberapa hari lalu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top