Dipecat Karena Gay, Brigadir TT Gugat Polda Jateng

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi sidang kode etik dan profesi kepolisian. (Foto: istimewa)
PUBLICANEWS, Semarang - Polda Jateng siap meladeni gugatan eks anggota Subditwisata Ditpamobvit Birgadir TT. Pria 30 tahun yang memiliki orientasi seksual sejenis alias gay itu mengajukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang.

"Polda Jateng siap menghadapi gugatan PTUN dan akan menyiapkan tim untuk hadapi gugatan tersebut," kata Kabid Humas Polda Jawa Tengah (Jateng) Kombes Agus Triatmaja di Semarang, Jumat (17/5).

Agus menegaskan, pemberhentian TT sudah sesuai mekanisme dan prosedur. "Diberhentikan tidak hormat karena perilakunya dinyatakan sebagai perbuatan tercela," Agus menjelaskan.

TT dianggap melanggar Pasal 7 dan Pasal 11 Peraturan Kapolri tentang Kode Etik Profesi Polri. TT dinilai tidak menaati dan menghormati norma kesusilaan, norma agama, nilai-nilai kearifan lokal, dan norma hukum.

Kasus ini berawal dari malam Hari Valentine pada 14 Februari 2017. TT dicokok petugas Polres Kudus karena melakukan tindak pemerasan. Namun, dalam pemeriksaan tidak ditemukan bukti. Pihak yang dinyatakan sebagai korban juga menegaskan tidak mengalami pemerasan.

Lepas dari dugaan pemerasan, Brigadir TT tetap diperiksa dengan pelanggaran kode etik dan profesi Polri, yaitu melakukan hubungan seks sesama jenis. Penyidik menunjukkan barang bukti kondom dan tisu basah.

Brigadir TT yang terancam dipecat mengajukan banding. Namun, bandingnya ditolak Komisi Banding Polri. Pria yang sudah 10 tahun bekerja di Koprs Bhayangkara itu pun diberhentikan tidak dengan hormat pada 27 Desember 2018.

Kuasa hukum TT, Maruf Bajammal mengatakan, kliennya mengajukan gugatan ke PTUN pada 26 Maret 2019. Sidang akan digelar pada 23 Mei nanti.

Pengacara dari LBH Masyarakat itu menilai pemecatan TT melanggar prinsip non diskriminasi. "Dari sisi HAM, orientasi seksual apapun harus diperlakukan sama," ujar Maruf.

Maruf menambahkan, tidak ada laporan ke polisi yang menyebutkan kliennya melakukan hubungan sesama jenis. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top