Bocor Rapat Aksi 1 Juta Orang Kepung KPU Dipimpin eks Danjen Koppasus

publicanews - berita politik & hukumPria berkumis yang dikabarkan merancang pengepungan KPU pada 22 September 2019. (Foto: capture/media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Seorang pria berkumis tebal diduga purnawiran TNI berbincang-bincang dengan beberapa orang, antara lain emak-emak, merancang pengerahan massa pada 22 September 2019. Video perbincangan itu bocor di media sosial.

Pria yang disebut sebagai mantan Danjen Kopassus Mayjen (Purn) Soenarko itu mengatakan ketika Jokowi diumumkan sebegai pemenang Pilpres maka massa capres dan cawapres 02 akan mengepung KPU, Istana Negara, dan DPR RI.

“Nah, nanti kalau tanggal 22 diumumkan, kalau Jokowi menang, yang kita lakukan adalah tutup itu, KPU tutup. Kemudian mungkin ada yang tutup Istana dengan DPR, Senayan," ujar pria dalam video tersebut seperti terlihat Kamis (16/5).

Ia mengatakan, massa hanya akan duduk di tiga lokasi tersebut. Menurutnya, tentara tidak akan bertindak kasar. “Polisinya aja yang galak, tentara gak. Jadi kalau dalam satu demo, kita tidak usah takut. Polisi pun tidak akan berani bertindak,” katanya.

Pria yang berbicara di suatu ruangan dengan banyak kursi itu menambahkan, prajurit TNI di level bawah tahu mana yang benar. Karena itu, mereka tidak bertindak menyakiti rakyat.

“Tentara itu hanya di level atas yang udah ‘dibeli’. Kolonel ke bawah itu rasanya, maksudnya (tahu) mana yang salah, mana yang benar,” ia menjelaskan.

Ia juga mengingatkan saat demo diminta untuk membawa air minum dan kacamata hitam.

Menurutnya, bila KPU mengumumkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno sebagai pemenang maka di tempat itu pula akan dilakukan syukuran.

“Nanti kalau diumumkan 02 menang, ya kita syukuran aja di situ,” ujarnya.

Pengepungan KPU, ia menambahkan, harus sudah dilakukan sejak 20 Mei 2019. Ia berharap pada 21 Mei jumlah massa sudah mencapai 500 ribu hingga 1 juta orang. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top