Pembunuhan Jurnalis Surabaya Karena Dendam

publicanews - berita politik & hukumKapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto dalam gelar kasusnya. (Foto: jatimnow)
PUBLICANEWS, Surabaya - Motif pembunuhan terhadap jurnalis Soeprayitno (53) di Surabaya karena sakit hati dan dendam pelaku Choirul Anwar (32).

"Tersangka utama berinisial CA karena sakit hati dan dendam dengan korban," ujar Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto dalam gelar kasus di kantornya, Selasa (14/5).

Choirul membacok Soeprayitno berkaitan masalah uttang piutang. Agus menjelaskan, Choirul ditangkap berdasarkan keterangan saksi dan rekaman CCTV.

"8 saksi yang kami mintai keterangan mulai dari istri pertama dan kedua, anak, dan para saksi di lokasi," kata Agus.

Saat kejadian Choirul mengajak temannya menagih utang ke rumah korban. Sang teman kabur saat polisi hendak menangkapnya.

"Pelaku lain yang diajak itu baru dikenal saat berada di warung miras. Namun semuanya masih kita dalami," ujar Agus.

Tersangka yang juga dihadirkan dalam gelar kasus mengaku mengenal korban sejak akhir 2018.

Choirul menyerahkan diri pada Minggu (12/5) malam setelah dua hari kabur pasca membunuh jurnalis media mingguan di Surabaya itu. Sejumlah barang bukti berupa pakaian korban, parang, dan sepeda motor bernopol L 2581 SU diamankan. Pelaku dijerat Pasal 338 KUHP.

Diletahui Soeprayitno ditemukan tewas bersimbah darah di rumah mantan istrinya di Kali Kedinding, Kenjeran, Surabaya, Jumat (10/5) malam. Tubuh korban penuh luka bacok. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top