Cuit Jimat Jokowi, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Minta Maaf

publicanews - berita politik & hukumCuitan Musni Umar sebut Jokowi perang gaib. (Foto: screenshot/Twitter)
PUBLICANEWS, Jakarta - Setelah mencuit mengenai jimat para presiden RI, Rektor Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Musni Umar minta maaf. Di akun Twitternya @musniumar yang telah dihapus, ia menulis Capres Joko Widodo (Jokowi) sedang melakukan perang gaib agar tetap menjadi presiden dua periode.

Guru Besar Sosiologi itu membuat klarifikasi melalui video Youtube berdurasi 5 menit 27 detik. Dalam keterangan video itu tertulis 'Penjelasan Musni Umar ttg Pulung dan Minta Maaf'.

Musni meminta maaf kepada para pemimpin bangsa, terutama kepada Presiden Jokowi dan keluarganya.

"Sehubungan ada tulisan saya di Twitter tentang 'Pulung' yang banyak timbulkan reaksi negatif, saya mohon maaf kepada smua yang disebut dalam tulisan itu, yang saya kutip semuanya dari mas Anto," ujar Musni seperti tampak di kanal YouTube, Sabtu (11/5).

Cuitan Musni tersebut keburu sudah beredar luas meski saat ini sudah ia hapus. Banyak warganet yang kembali mengunggah tulisan tersebut dan menanggapi permintaan maafnya. Berikut cuitan Musni sebelumnya.

"Saya dikontak Kunto dari Jatim, Dia kenal saya dari medsos. Katanya Bung Karno kuat punya pulung. Pak Harto kuat yang punya pulung Ibu Tien. Gus Dur dan Ibu Mega tidak punya pulung maka lemah. SBY pulungnya Ibu Ani. Kalau Ibu Ani wafat, SBY dan Partai Demokrat hancur,"
cuit penulis buku Jokowi Satrio Piningit pada 2014 itu.

Video permintaan maaf Musni juga menimbulkan beragam komentar. Banyak yang menyebutkan bahwa masyarakat Indonesia masih mempercayai hal-hal yang berbau mistis itu.

"Memang masih banyak tahayul yang masih hidup di dalam masyarakat dan itulah fenomena yang harus kita terima karena belum semua orang itu rasional,"
kata akun Last of Jagawana-.

"Kemarin infonya bilang dari kunto dan sekarang dari anto, jadi kunto itu siapa? Anto itu siapa?" akun Iqbal menimpali. Iqbal menyertakan hasil bidik layar cuitan sang rektor yang telah dihapus. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top