Pos TNI AL Lhokseumawe Diamuk Massa

publicanews - berita politik & hukumMassa merusak Pos TNI AL di Desa Pusong Lama, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (17/4) malam. (Foto: acehportal.com)
PUBLICANEWS, Lhokseumawe - Komandan TNI AL Lhokseumawe Kolonel (P) M Sjamsul Rizal membantah ada aksi pembakaran saat massa merusak Pos TNI AL di Desa Pusong Lama, Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (17/4) malam.

"Tidak ada kerusakan lain, hanya kaca saja yang pecah. Kantor tidak dibakar, massa melempar botol bercampur minyak," kata Sjamsul kepada wartawan di Lhokseumawe, Aceh, Kamis (18/4).

Menurutnya, saat ini kondisi pos sudah aman terkendali. "Kantor itu masih digunakan. Aparat masih berjaga dan situasi sudah kondusif," ujarnya.

Mengenai dugaan personel TNI AL menjadi pemantik kemarahan warga, ia mengatakan kasus ini sedang ditangani oleh Provos TNI-AL.

"Oh iya dong, harus ada sanksi bagi anggota yang kasar dengan warga. Nanti diurus, disidang militer," Sjamsul menegaskan.

Sjamsul memastikan, personel yang memicu amuk warga akan mendapat sanksi sesuai ketentuan yang berlaku. Pasca amuk massa tersebut, ia menambahkan, sudah terjadi perdamaian antara TNI AL dengan warga. Kedua pihak saling memaafkan.

Puluhan warga itu mengamuk dan kabarnya membakar ban di Pos TNI Angkatan Laut di Desa Pusong Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe, Rabu (17/4) semalam. Pos TNI tersebut berada di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) Pusong, Kota Lhokseumawe. Belum jelas detail pemicunya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top