Mutilasi Budi Hartanto

Penjual Nasi Goreng Itu Mutilasi Budi Usai Hubungan Badan Sejenis

publicanews - berita politik & hukumDua tersangka pemutilasi Budi Hartanto, Aris Sugianto (kanan) dan Azis Prakoso saat dihadirkan dalam gelar kasus di Mapolda Jatim, Senin (15/4). (Foto: tulungaguntimes.com)
PUBLICANEWS, Surabaya - Aris Sugianto (34), pemutilasi guru tari Budi Hartanto (28), mengaku sempat berhubungan badan dengan korban sesaat sebelum dibunuh. Bukti ini menjawab mayat dalam koper ditemukan tanpa busana.

"Ya seperti yang diungkap pelaku kemarin (gelar kasus), mereka sudah empat kali (berhubungan badan)," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Frans Barung Mangera kepada Publicanews, Selasa (16/4).

Aris kembali bertemu dan mengajak hubungan badan guru honorer sebuah SD di Kediri itu. Budi menuruti permintaan pelaku hingga peristiwa berdarah itu terjadi.

"Yang terakhir (berhubungan badan kali keempat), pelaku membunuh korban," ujar Frans. .

Berdasarkan penyidikan polisi, Aris dan Budi menjalin asmara sejak berkenalan lewat Hornet, aplikasi chatting khusus kaum gay atau pria penyuka sesama jenis seusai Lebaran 2018 lalu.

"Dia berkenalan dengan korban melalui aplikasi khusus gay. Tersangka sebagai perempuan dan korban laki-lakinya," kata Direskrimsus Polda Jatim Kombes Gupuh Setiyono kemarin.

Lewat percakapan daring itu, keduanya semakin akrab hingga merajut hubungan layaknya kekasih. Aris sebagai perempuan, Budi adalah prianya.

Aris, kata Gupuh, begitu sayang kepada Budi sehingga menuruti segala permintaan korban. Selepas mereka berhubungan badan, Aris kerap memberi Budi Rp 100 ribu.

"Dia (Aris) memberi apa yang diminta korban. Suka sama suka, setiap ada korban meminta dikasih," ujarnya.

Asmara sejenis itu berakhir dengan aksi sadis, Aris menghabisi Budi dengan dibantu rekannya Azis Prakoso.

Menurut polisi, motif pembunuhan karena Aris sakit hati dimaki Budi lantaran tidak bisa memberinya uang. Mereka akhirnya bertengkar.

"Ada pertengkaran masalah uang yang djanjikan. Saat itu pelaku mengaku sedang tidak punya uang," Gupuh menjelaskan.

Aris dikenal sebagai penjual nasi goreng Malaysia dan membuka warung kopi di wilayah Sambi, Kediri, setelah sempat menjadi TKI di Malaysia. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top