Guru Budi Dimutilasi Gara-gara Minta Uang Kencan Rp 100 Ribu

publicanews - berita politik & hukumTersangka pemunuh Budi Hartanto, Aziz Prakoso dan Aris Sugianto, di Mapolda Jatim, Senin (15/4). (Foto: Tribrata Polda Jatim)
PUBLICANEWS, Surabaya - Pembunuhan guru tari asal Kediri Budi Hartanto oleh dua pelaku dilatari uang kencan Rp 100 ribu. Pelaku Aris Sugianto mengaku usai kencan dengan Budi, ia ditagih Rp 100 ribu.

Aris mengaku menolak membayar uang kencan yang keempat kalinya itu. Korban kemudian marah dengan umpatan.

Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Gupuh Setiono mengatakan, saat itu rekan Aris, Aziz Prakoso, mencoba mendamaikan. Namun, korban malah menampar Aziz.

"Tamparan itu berujung perkelahian," kata Gupuh di Mapolda Jatim, Surabaya, Senin (15/4).

Aziz kemudian seperti kesetanan, ia mengambil parang dan menyabetkannya ke leher dan punggung Budi.

Budi tumbang berlumuran darah. Pria gemulai yang mengajar SD itu tewas. Korban kemudian dimasukkan ke koper.

"Karena tidak muat (di koper) maka kepala korban dipotong," Gupuh menambahkan.

Koper berisi jasad Budi tanpa busana itu kemudian dibuang di bawah jematan Karang Gondang, Blitar. Jasad Budi yang mengenaskan itu ditemukan pada Rabu (3/4).

Sementara kepala Budi yang dibungkus taplak meja dan plastik, dibuang di sungai di Dusun Plosokeram, Kediri, ditemukan 9 hari kemudian.

"Untuk menghilangkan jejak, baju dan celana korban dibakar," Gupuh menjelaskan.

Menurutnya, korban dan Aris berkenalan setahun lalu melalui aplikasi hornet yaitu media sosial khusus kaum gay.

Aris ditangkap dalam pelariannya ke Lampung pada Rabu (10/4) lalu. Ia dibekuk petugas ketika bus yang ditumpanginya melewati Tegal Parang, Jakarta Selatan. Aziz Prakoso dibekuk pada hari yang sama di Kediri.

Keduanya bakal dijerat pasal Pasal 338 juncto pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top