Selama Diculik, Balita Anisa Dijadikan Alat Mengemis

publicanews - berita politik & hukumKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono dalam gelar kasus penangkapan pelaku penculikan balita Anisa di Mapolda Metro Jaya, Senin (15/4). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Anisa Suciwati Ardiwibowo (3), bocah Bekasi yang diculik, ditemukan di masjid Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat, bersama sang penculik. Polisi menemukan Anis dan AG (55) berkat sketsa wajah yang disebar.

"Kita sebar di terminal, stasiun, medsos, termasuk di angkot, berharap masyarakat melihat," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dalam gelar kasus di kantornya, Senin (15/4).

Polisi yang hendak salat melihat Anisa dan penculiknya memasuki masjid tersebut pada Minggu (14/4). Polisi tersebut melihat ada kesamaan dengan ciri-ciri anak yang diumumkan hilang.

"Langsung kita hubungi keluarga korban untuk memastikan. Setelah itu, korban kita serahkan ke pihak keluarga," ujar Argo.

Argo menjelaskan, selama lima hari diculik, korban sempat dibawa mengemis oleh pelaku ke sejumlah wilayah. Korban bahkan tidur di sembarang tempat, terkadang di masjid.

Balita Anisa Akhirnya Ditemukan di Stasiun Senen

Mereka berpindah dari stasiun ke stasiun, semula di Stasiun Klender, lalu Stasiun Bogor, dan Stasiun Kebayoran Lama.

"Dibawa ke Cipadu ke Kebayoran Lama, dari sana dibawa lagi ke Ciledug dan menginap di Masjid Ciledug," Argo menambahkan.

Terkadang AG menitipkan Anisa ke pedagang buah. AG sendiri sehari-hari sering tidur di masjid dan diberi uang oleh jemaah. "Dengan dia membawa anak kecil masyarakat semakin iba, dan penghasilannya bertambah," kata Argo menirukan jawaban AG.

Polisi menjerat AG dijerat Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman maksimalnya adalah 15 tahun penjara.

Anisa diculik saat bermain sendiri di Masjid Al Amin dekat rumahnya, di Bintara Jaya, Bekasi, Selasa (9/4) lalu. Penculikan ini terekam CCTV masjid tersebut. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top