Bantah Menipu, Ketua Komisi C DPRD Mojokerto Tolak Berdamai dengan Pelapornya

publicanews - berita politik & hukumSalah satu korban menunjukkan bukti setor ke Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto Aang Rusli Ubaidillah. (Foto: radarmojokerto)
PUBLICANEWS, Mojokerto - Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Mojokerto Aang Rusli menolak upaya damai dengan tiga pelapornya dalam kasus dugaan penipuan rekruitmen PNS. Aang merasa tidak pernah meminta uang kepada ketiganya.

Oleh karena itu, ia meminta kasus ini tetap diproses hukum agar terang benderang.

"Saya serahkan semuanya ke Polres Mojokerto. Saya hadapi semua itu. Saya serahkan ke Allah SWT hidup dan mati saya. Saya mau kembalikan apa, orang saya tak terima apa-apa," kata Aang, Senin (15/4).

Tawaran damai itu dilayangkan korban Mudji Rokhmat (63), Siti Khoyumi (52), dan Irwan Siswanto (39). Melalui pengacaranya Sulaiman, mereka bersedia mencabut laporannya asal Aang mengembalikan uang Rp 163 juta yang telah mereka setor.

"Para korban bisa mencabut laporannya jika sepakat berdamai. Akan lebih baik didamaikan di depan penyidik biar sama-sama tahu," kata Sulaiman kepada wartawan.

Alasan ketiga korban akan mencabut laporan di Mapolres Mojokerto karena merasa kasihan dengan Aang. "Dia masih muda, karirnya masih panjang, masih banyak harapan untuk ditempuh," Sulaiman menambahkan.

Menurut Sulaiman, Aang menjanjikan pada Mudji dan Siti bahwa anak mereka bekerja di lingkungan Pemkab Mojokerto. Masih cerita versi Sulaiman, Aang juga menjanjikan keponakan Irwan menjadi pegawai di Dinas Pendidikan Kabupaten Mojokerto.

Mudji menyetor Rp 65 juta kepada Aang dalam dua tahap. Pembayaran Rp 50 juta diserahkan pada 20 Mei 2015 dan Rp 15 juta pada 17 Juni 2015 beserta bukti kwitansi.

Adapun Siti membayar Rp 70 juta pada 4 Maret 2018. Sayangnya kwitansi pembayaran tak ditandatangni oleh Aang. Sementara Irwan membayar Rp 28 juta.

Karena janji tak terealisasi, mereka melaporkan Aang ke Polres Mojokerto pada 4 April 2019.

Aang membantah telah menjanjikan tawaran masuk PNS kepada tetangga dan kedua korban lainnya. "Saya tidak pernah menjanjikan seperti itu. Memang saya kenal Siti adalah teman usaha lele dulu. Kalau Mudji adalah tetangga saya," Aang menandaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top