Soal UN 'Bubarkan Banser,' GP Ansor: Bukti HTI Masih Gentayangan

publicanews - berita politik & hukumUjian Nasional SMP Garut memuat soal Banser. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) akan menempuh jalur hukum atas kasus soal ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) di SMP Garut yang berisi materi pembubaran Banser (Barisan Ansor).

Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Yaqut Cholil Qoumas mengatakan akan melanjutkan seluruh masalah ini ke jalur hukum. Selain itu, GP Ansor telah melakukan mediasi dengan Kepala Dinas Pendidikan Garut.

Beberapa poin kesepakatan yang dihasilkan, antara lain, Kepala Disdik Garut akan memecat Kepala Seksi Kurikulum serta Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Indonesia.

Yaqut menduga, munculnya soal 'bubarkan Banser' karena penyusun soal telah terkontaminasi gerakan Hizbut Tahrir Indonesia (HTI).

"Ini bukti hantu HTI masih bergentayangan hingga ke lembaga-lembaga pendidikan," ujar Yaqut di Jakarta, Kamis (11/4).

Ia meminta agar kasus ini tidak boleh disepelekan dan harus disikapi dengan langkah strategis.

Materi soal ujian Bahasa Indonesia untuk tingkat sekolah menengah pertama (SMP) di Garut itu berisi teks panjang. Peserta ujian diminta untuk memilih kesimpulan dari bacaan tersebut.

Teks soal pertama berbunyi: "Tokoh ulama Garut Tatang Mustafa Kamal mengecam aksi pembakaran bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan Bantuan Ansor Serbaguna (Banser) Nahdlatul Ulama (NU).

Pengasuh Pondok Pesantren Nurul Huda Melangbong Garut itu mendesak agar anggota Banser NU segera menyampaikan permintaan maaf karena anggotanya telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam di seluruh dunia".


Ada pilihan kesimpulan jawaban atas soal itu, yakni:
A. Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.
B. Anggota Banser NU telah menghina kalimat tauhid dan umat Islam.
C. Tatang Mustafa Kamal adalah tokoh ulama Garut.
D. Kecaman dan desakan agar anggota Banser NU pembakar bendera meminta maaf.

Teks soal kedua berbunyi: "Pasca pembakaran bendera di Garut, Jawa Barat saat peringatan hari santri oleh 3 anggota Banser, mulai terdengar permintaan agar organisasi yang dipimpin Gus Yaqut itu dibubarkan. Alasannya, karena keberadaannya tidak berguna dan cenderung arogan".

Pilihan kesimpulannya adalah:
A. Permintaan agar Banser NU dibubarkan karena tidak berguna dan cenderung arogan.
B. Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera.
C. Gus Yaqut merupakan pimpinan Banser NU.
D. Tiga orang anggota Banser NU membakar bendera. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top