Kriminalitas Pontianak

Persekusi Audrey Karena Rebutan Cowok dan Soal Utang

publicanews - berita politik & hukumKetiga tersangka pengeroyok siswi SMP Audrey yang meminta maaf dalam gelar kasus di Mapolres Pontianak, Kalimantan Barat, Rabu (10/4). (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Pontianak - Tiga pelaku pengeroyokan Audrey (14), yakni FZ alias LL (17), TR alias AR (17), serta NB alias EC (17), mengaku dendam karena soal cowok dan utang piutang.

Salah satu tersangka mengaku kepada polisi, korban kerap menyindir soal pacar, serta sering mengungkit perkara utang yang pernah dilakukan orang tua mereka.

"Ini dilatarbelakangi kekesalan yang bersangkutan. Padahal katanya sudah dibayar kenapa masih diungkit-ungkit," kata Kapolresta Pontianak Kota Kombes Muhammad Anwar saat gelar kasus di kantornya, Rabu (10/4).

Anwar menegaskan, informasi yang viral di media sosial tidak semuanya benar. Isu ada 12 siswi SMA yang mengeroyok siswi SMP dan menusuk alat kelaminnya ternyata tidak benar. Korban Audrey juga telah membantah.

"Yang ada tidak 12 orang, yang ada hanya tiga," ujar Anwar.

Keterangan tersebut juga diperkuat dari hasil visum yang menyatakan tidak ada permukaan yang sobek maupun memar pada bagian organ vital korban.

"Dari lima saksi yang juga diperiksa juga tidak ada perlakuan penganiayaan terhadap kelamin korban," Anwar menambahkan.

Ketiga siswi SMA itu mengaku telah melakukan penganiayaan, namun tidak secara bersama-sama atau dengan cara pengeroyokan. Mereka menjambak, mendorong Audrey sampai terjatuh, memiting, memukul, dan melempar sandal.

"Sudah ada olah TKP. Sesuai arahan Polda Kalbar kita mungkin akan melakukan rekonstruksi agar ada persesuaian," Anwar menjelaskan.

Polisi menyita barang bukti ponsel pelaku ran sandal yang dipakai untuk melempar Audrey. Anwar meyakini tidak ada tersangka lain dalam kasus ini.

Ketiganya dijerat Pasal 80 Ayat (1) Undang-undang Perlindungan Anak dengan ancaman pidananya 3 tahun 6 bulan. Sesuai dengan sistem peradilan anak, ancaman hukuman di bawah tujuh tahun dilakukan diversi. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top