Kriminalitas Pontianak

Polisi Ungkap Hasil Visum Organ Vital Audrey

publicanews - berita politik & hukumTiga terduga pelaku kekerasan terhadap Audrey masih sempat mejeng di kantor polisi. (Foto: Media sosial)
PUBLICANEWS, Pontianak - Rumah Sakit Pro Medika telah menerbitkan hasil visum Audrey, siswi SMP korban pengeroyokan 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat.

"Korban mengalami depresi pascatrauma," kata Kapolresta Pontianak Komisaris Besar Muhammad Anwar Nasir dalam keterangannya, Rabu (10/4).

Menurut Anwar, hasil visum menunjukkan tidak ada pembengkakan di kepala korban. Mata korban tidak memar sehingga daya lihatnya normal.

Bagian dada Audrey tampak simetris, tidak ditemukan adanya pembengkakan, termasuk di bagian organ dalamnya.

“Pada alat kelamin korban tak ada luka robek atau memar. Saya ulangi, selaput daranya tidak robek ataupun memar,” Anwar menegaskan.

Seperti diketahui, Audrey dikereyok di dua tempat terpisah. Peristiwa terjadi pada 29 Maret dan menarik perhatian setelah pihak keluarga melaporkan ke polisi pada 5 April lalu.

Pengroyokan dilatari soal asmara. Pada saat kejadian korban diikuti dua siswi dan dicegat. Ia kemudian ditarik rambutnya sehingga terjatuh di aspal Jalan Sulawesi, Pontianak.

Korban yang berusaha melarikan diri kembali dikejar dan dianiaya pelaku ramai-ramai. Tak hanya dipukul, dicekik, dan ditendang, alat kelamin ABG itu juga berusaha dirusak oleh para pelaku. Kejadian berlangsung di Taman Akcaya.

Dari 12 pelaku, dua orang jadi provokator. Semula 3 orang diduga sebagai pelaku utama yang memukul dan menganiaya, sisanya tim hore. Ada juga yang menjaga lokasi, selebihnya menjadi penonton.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Komisaris Muhammad Husni Ramli menambahkan, polisi telah menetapkan tiga tersangka utama penganiayaan. "Kemungkinan masih ada tersangka lain," ujarnya.

Kasus pengeroyakan ini menyita perhatian masyarakat. Laman daring change.org sudah diteken sekitar 3 juta orang lebih saat berita ini diturunkan. Mereka mendesak Polda Kalbar menghukum para pelaku pengeroyok remaja 14 tahun itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top