Kriminalitas Blitar

Karaoke Tempat Striptis Kalah dalam Gugatan di PTUN

publicanews - berita politik & hukumPetugas Satpol PP Blitar menutup rumah karaoke Maxi Brillian di Jalan Semeru Barat, Kauman, Kepanjenkidul, pada 21 Desember 2018. (Foto: beritablitar.com)
PUBLICANEWS, Blitar - Rumah Karaoke Maxi Brillian kalah dalam gugatan melawan Pemkot Blitar di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya, Senin (1/4) pekan lalu. Pengadilan menjatuhnya vonis izin operasi karaoke yang menggelar tarian telanjang atau striptis itu ditutup.

"Gugatan pengelola Maxi Brillian ditolak pada sidang perdana di PTUN Surabaya, 1 April lalu," kata Plt Kepala Satpol PP Kota Blitar Juari, Senin (8/4), kepada media.

Juari yang ditunjuk sebagai salah satu kuasa hukum oleh Plt Wali Kota Blitar Santoso menjelaskan alasan majelis hakim menolak gugatan Maxi Brillian karena pengajuan gugatan dinilai terlambat.

Langkah hukum yang dilakukan manajemen karaoke pasca pencabutan izin, tidak didahului upaya administrasi ke Pemkot Blitar. "Penggugat sendiri hingga kini belum pernah melakukan upaya administrasi itu," ujar Juari.

Menurutnya, proses penutupan karaoke di Jalan Semeru Barat, Kelurahan Kauman, Kecamatan Kepanjenkidul, tersebut sudah sesuai prosedur.

"Sudah berdasarkan Perda Nomor 1 Tahun 2017 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum (Trantibum)," Juari menambahkan.

Pemkot Blitar mencabut izin operasional Maxi Brillian pada 21 Desember 2018 lalu. Polda Jatim bahkan menggerebeknya karena diduga sering ditemukan praktik asusila di salah satu kamar tempat karaoke itu. Buntut penutupan Maxi Brillian itu, Pemkot Blitar juga menutup seluruh tempat karaoke mulai 9 Januari 2019.

Saat ini Pemkot menunggu upaya hukum yang akan ditembuh pihak karaoke pasca putusan pengadilan tersebut. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top