Kriminalitas Sidoarjo

Unggah Ujaran Kebencian pada Paslon 02, Suami Istri Diciduk

publicanews - berita politik & hukumTersangka pengunggah ujaran kebencian Arif Kurniawan saat diperiksa di Mapolda Jatim, Sabtu (6/4). (Foto: Polda Jatim)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pasangan suami istri (pasutri) Arif Kurniawan Radjasa (35) dan Puji Astutik (32) ditangkap polisi atas dugaan menyebar ujaran kebencian lewat akun Facebook Antonio Banerra

"Subdit V Siber Ditreskrimsus Polda Jatim didukung Satreskrimsus Polrestabes Surabaya, Unit Inteltek Dit IK Polda Jatim dibantu Dittipidsiber Bareskrim mengamankan sepasang suami istri di TKP," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi kepada wartawan, Sabtu (6/4).

Arif dan Puji diciduk dari rumah kos mereka di Jalan Buncitan Nomor 149 Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, pada Sabtu (6/4).

Pelaku mengajak masyarakat tidak memilih capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Bahwa itu dilakukan agar masyarakat tidak memilih Prabowo pada Pilpres 2019 dengan alasan bahwa keluarganya adalah korban dari tragedi 1998," ujar Dedi.

Ia menjelaskan, keduanya menyebar info meresahkan tersebut dengan mencatut nama Jawa Pos National Network (JPNN). Dalam riwayat pekerjaannya di Facebook, Arif mengaku bekerja di JPNN.

Saat ditangkap, Arif mengaku iseng mengisi biodata pekerjaan di akun Facebooknya. "Ya kan kita tinggal pilih (data pekerjaan di Facebook). Waktu itu yang kepikiran Jawa Pos. Saya enggak kerja di Jawa Pos," ujar Arif saat ditanya polisi.

Arif ternyata pecatan sales di sebuah perusahaan provider internet. Polisi menyita tiga perangkat elektronik berupa dua ponsel dan satu tab.

Atas perbuatannya, keduanya dikenakan Pasal 45A ayat (2) Jo Pasal 28 Ayat (2) dan atau Pasal 45B jo Pasal 29 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU Nomor 11 Tahun 2008. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top