Kapolsek Wajib Menangkan 01 di Garut dan Bima, BPN: Kapolri Harus Investigasi

publicanews - berita politik & hukumScreenshot perintah Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah untuk memenangkan paslon 01. (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Jakarta - Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian mengklarifikasi adanya kewajiban kapolsek memenangkan paslon 01 Joko Widodo-Ma'ruf Amin.

"Kapolri Jenderal Tito Karnavian harus mengklarifikasi dan menyampaikan hasil investigasi secara terbuka ke publik," kata Jubir BPN Andre Rosiade, kepada wartawan, Senin (1/4).

Menurut Andre, Tito harus turun tangan menyikapi pengakuan eks Kapolsek Pasirwangi, Garut. Andre menyebut Polri harus netral dalam pemilu mendatang.

Diketahui Kapolsek Pasirwangi AKP Sulman Aziz menyebut Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna memerintahkan seluruh kapolsek untuk melakukan penggalangan dukungan kepada paslon 01. Perintah itu disertai ancaman mutasi bila Jokowi-Ma'ruf kalah suara di wilayahnya.

Kapolsek di Garut Akui Diperintah Kapolres Menangkan Jokowi

Hal senada muncul di Bima, NTB, setelah chat grup WhatsApp bernama Pilpres 2019 bocor. Ada 43 peserta dari Korps Bhayangkara di akun tersebut. Disebutkan Kapolres Bima Kota AKBP Erwin Ardiansyah memerintahkan kapolsek memenangkan paslon 01 dengan target suara 60 persen.

“Para kapolsek tolong agar buat baliho 01 di tiap-tiap desa/keluarhan. Minimal 1 baliho per desa/kelurahan. Dan kirim laporannya di group ini. Trims,” begitu bunyi perintah yang disebut dari Erwin.

Erwin membantah ada instruksi tersebut. Ia menyebut screenshot percakapan itu hoaks dan sengaja dibuat oleh oknum tidak bertanggungjawab. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Iqra @ayobaca01 April 2019 | 15:41:13

    Hoax membangun...

Back to Top