Seknas Jokowi Desak Usut Kasus Pemecatan Nurullita

publicanews - berita politik & hukumSekjen Seknas Jokowi, Deddy Mawardi. (Foto: Publicanews/Edi)
PUBLICANEWS, Jakarta - Seknas Jokowi mendesak Menteri Ketenagakerjaan Muhammad Hanif Dhakiri untuk mengusut tuntas kasus pemecatan Nurullita. Karyawan PT Pelopor Pratama Lancar Abadi (PPLA) itu mengaku diberhentikan sehari setelah mengikuti orasi kebangsaan capres petahana Joko Widodo di Sentul, Bogor, akhir Februari lalu.

Sekjen Seknas Jokowi, Deddy Mawardi, mengatakan pemecatan itu tidak mendasar karena Nurullita melakukan kegiatan politik pada hari Minggu. Deddy mengaku telah menghubungi Hanif Dhakiri untuk mengusut kejadian itu.

"Kami meminta Hanif Dhakiri secara cepat dan tuntas mengusut kasus ini. bila perlu dilakukan investigasi," kata Deddy di kantor Seknas Jokowi, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (22/3).

Sementara itu, Nurullita kembali menunjukkan barang bukti bahwa ia dipecat. Ia menyatakan setelah menandatangani surat pemecatan ia diberi uang pesangon. "Saya punya bukti otentik. (Kalau) mengundurkan diri enggak dapat pesangon kan?" kata pengagum Jokowi itu.

Nurullita meyakini pemecatannya karena mendukung Joko Widodo-Ma'ruf Amin. Saat itu, katanya, pimpinan perusahaan meminta bagian accounting memberikan pesangon tiga bulan gaji.

"Saya tanda tangan, saya menangis, saya peluk dia, saya minta maaf 'kalau memang kita beda pilihan, jadi seperti ini, jadi rusak persahabatan'," kata wanita 40 tahun itu.

Di pihak lain, Komisaris PT Pelopor Pratama Lancar Abadi Merry Puspitasari membantah melakukan pemecatan terhadap karyawannya itu.

Ia menegaskan tidak mengeluarkan surat pemecatan, tetapi Nurullita mundur atas kemauan sendiri. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top