Yogyakarta

Lima Pembakar Bus di Sleman Masuk DPO

publicanews - berita politik & hukumKondisi bus Antar Jaya jurusan Solo-Purwokerto yang dibakar massa di Jalan Wates Km 7, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, Rabu (13/3). (Foto: harianjogja.com)
PUBLICANEWS, Sleman - Polisi menetapkan lima orang masuk daftar pencarian orang (DPO) karena terlibat aksi pembakaran bus di Jalan Wates Km 7, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (13/3).

"Berdasarkan hasil penyidikan sementara, kita kembangkan masih ada lima orang yang diduga terlibat. Kita tetapkan DPO," kata Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo di Mapores Sleman, Kamis (21/3).

Polisi menduga aksi anarkis itu tidak hanya dilakukan empat orang yang sudah ditangkap lebih dulu. Anggaito memastikan butuh melibatkan orang banyak untuk merusak dan membakar bus Antar Jaya bernopol AD 1644 CF jurusan Solo-Purwokerto itu.

"Kita ketahui di lapangan, perusakan bus itu tidak mungkin hanya dilakukan empat orang ini. Jadi DPO nanti kita kejar," ujarnya.

Empat tersangka yang sudah ditangkap yakni YS (46), MRJ (33), TW (37), dan YTM (44). Mereka mengaku hanya ikut-ikutan merusak bus dengan cara melempari batu dan memukulkan tongkat besi.

"Siapa provokatornya, mereka masih lempar-lemparan keterangannya. Juga untuk penyulut api, mereka belum terbuka, jadi masih kita telusuri," Anggaito menjelaskan.

Aksi pembakaran terjadi setelah bus antar kota itu menabrak pengendara sepeda motor Wahyu Cahyono (37) di Km 7, Desa Balecatur, Kecamatan Gamping, Sleman, sekitar pukul 18.00 WIB.

Wahyu terpental dan mengalami luka berat di bagian kepala serta patah tulang kaki kanan. Diduga ada yang memprovokasi, massa kemudian merusak dan membakar bus yang dikendarai Joko Sundarto (57) itu. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top