Polisi Dalami Potensi Tersangka Baru Kasus BJB Syariah

publicanews - berita politik & hukum Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo. (Foto: antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Bareskrim Polri dalam kasus dugaan korupsi Bank Jabar Banten (BJB) Syariah.

Polisi menduga ada penyalahgunaan pemberian pembiayaan fasilitas BJB Syariah kepada PT Hastuka Sarana Karya (HSK) pada periode 2014-2016 dalam proyek Garut Super Blok.

"Jadi karena pada saat itu beliau menjabat sebagai gubernur, gubernur itu pemegang saham 38 persen. Pengangkatan salah satu pejabat utama di BJB," kata Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Dedi Prasetyo kepada wartawan di kantornya, Senin (18/3).

Tersangka kasus ini adalah Plt Direktur Utama BJB Syariah Yocie Gusman dalam pemberian kredit kepada HSK periode 2014 hingga 2016. Yocie adalah teman kuliah Aher.

Pemeriksaan tersebut merupakan pemanggilan kedua setelah sebelumnya tak datang. Pemeriksaan ini sifatnya meminta klarifikasi.

"Tentunya juga didalami dari hasil surat-surat OJK (Otoritas Jasa Keuangan) tentang adanya dugaan penyimpangan fasilitas kredit yang melibatkan direksi," Dedi menambahkan.

Polisi saat ini tidak masih menyelidiki seluruh barang bukti. Tidak menutup kemungkinan munculnya tersangka baru setelah hasil pendalaman lebih lanjut.

Rencananya, Bareskrim akan memanggil OJK guna menjelaskan soal kredit macet periode 2014-2016 yang tidak dilaporkan BJB Syariah.

"(Tersangka baru) sangat tergantung hasil gelar perkara minggu ini dan minggu depan. Masih dikembangkan lagi dengan kesesuaian," Dedi menjelaskan.

Polisi telah menggeledah kantor pusat BJB Syariah di Bandung dan rumah Yocie.

Dugaan korupsi ini terkait pemberian kredit untuk proyek Garut Super Blok kepada HSK sebesar Rp 566,45 miliar. Pihak debitur tidak memberikan agunan sama sekali.

Untuk meyakinkan pihak bank, HSK mengajukan 161 pihak yang katanya akan membeli ruko di area pusat perbelanjaan di Garut itu. Namun pembayaran 161 debitur itu macet. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top