Berat di Ongkos, Dhani Minta Penangguhan Penahanan

publicanews - berita politik & hukumSalah satu kuasa hukum Ahmad Dhani, Ali Lubis, saat menghadiri Debat Cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3) malam. (Foto: Publicanews/Bimo)
PUBLICANEWS, Jakarta - Terpidana kasus ujaran kebencian Ahmad Dhani berharap tim kuasa hukumnya bisa mengusahakan penangguhan penahanannya.

"Fisiknya sehat, cuma kemarin dia minta bro usahakan penangguhan penahanan dong," kata salah satu kuasa hukumnya, Ali Lubis, kepada Publicanews saat hadir pada Debat Cawapres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta Pusat, Minggu (17/3) malam.

Alasan politisi Partai Gerindra itu minta segera dipindah dari Lapas Klas 1 Medaeng, Sidoarjo, ke Jakarta lantaran jauh dari keluarga. Selain itu, mereka juga terkendala akses yang sulit karena dibatasi cukup ketat.

"Tentu high cost, enggak bisa tiap hari berkunjung kalau di Cipinang hampir tiap hari. Dia ada anak kecil masa bolak balik Jakarta-Surabaya," Ali Lubis menjelaskan.

Selama di dalam penjara, kata Ali, kliennya itu tidak mendapat perlakuan khusus. Pendiri grup Dewa 19 itu berbagi tempat tidur dengan tahanan lain.

"Iya, seperti di Cipinang (Jakarta), beliau dicampur. Enggak ada keistimewaan di dalam," ujarnya. Dhani, ia menambahkan, mudah berbaur dengan napi satu sel.

Menurut Ali, kliennya sebagai pendukung paslon nomor urut 02 menganggap proses hukum yang dihadapinya cukup berat karena berada di pihak oposisi.

"Rata-rata tahanan di sana adalah fans dia. Pecinta musik-musik Mas Dhani. Berasa pulang ke rumah," Lubis menuturkan.

Soal perlakuan dari pihak lapas, Ali menegaskan tidak ada intimidasi maupun mempermasalahkan barang-barang yang dibawa keluarga untuk membesuk Dhani.

"Karena kan keluarga hanya membawa makanan," ia menambahkan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top