Bandar Judi Jadi Pelaku Mafia Bola

publicanews - berita politik & hukumBiro Provos Divpropam Mabes Kombes Pol Edi Ciptianto dalam diskusi Pojok Semanggi bertema 'Libas Habis Mafia Bola' di Polda Metro Jaya, Jumat (15/3). (Foto: FWP)
PUBLICANEWS, Jakarta - Koordinator Save Our Soccer (SOS) Akmal Marhali mengatakan jaringan mafia sepak bola yang melakukan match fixing alias pengaturan skor telah menggurita. Pelakunya di segala lini dan tingkatan. 

"Bukan hanya di Liga 2 atau 3, bahkan sampai Piala Suratin U-19, artinya merupakan gurita yang sangat luar biasa. Match fixing itu kayak narkoba," kata Akmal dalam diskusi Pojok Semanggi bertema 'Libas Habis Mafia Bola' di Polda Metro Jaya, Jumat (15/3).

Menurutnya salah satu pihak yang berperan dalam pengaturan skor adalah bandar judi. Akmal bahkan pernah melakukan penyadapan bersama aparat berwenang terhadap aksi pengaturan skor yang hasilnya benar-benar sesuai dengan permintaan bandar judi.

Atas peristiwa itu, ia berharap Satgas Antimafia Bola dapat mengusut tuntas semua. "Kita bantu Spanyol pemberantasan mafia bola, Spanyol bisa masa Indonesia enggak bisa?" ujarnya. 

Biro Provos Divpropam Mabes Kombes Pol Edi Ciptianto yang tergabung dalam Satgas Antimafia Bola mengatakan ada lima laporan yang ditindaklanjuti. Enam orang jadi tersangka sekaligus dilakukan penahanan.

"Ada perkara dari laporan dari Banjarnegara, dalam waktu dekat sudah dilimpahkan ke kejaksaan," ia menegaskan.

Menurutnya, tersangka dalam persoalan ini masih dimungkinkan bertambah. "Satu lagi sedang kita sidik, ada satu perkara di Bareskrim kita fokus menyelidiki," Edi menambahkan.

Proses penyidikan Satgas Antimafia Bola, kata Edi, tetap konsisten dan tidak mengganggu peran Polri sebagaimana mestinya.

"Sejak awal Satgas dibentuk Kapolri, kita memang kita diperintahkan tegak lurus, tidak terpengaruh dengan intervensi," katanya. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top