Rawan Disusupi, Bawaslu Awasi Apel Kebangsaan di Semarang

publicanews - berita politik & hukumGubernur Jawa Tengan Ganjar Pranowo saat menjelaskan kegiatan Apel Kebangsaan bertajuk 'Kita Merah Putiih'. (Foto: nusakini.com)
PUBLICANEWS, Semarang - Ketua Bawaslu Kota Semarang M Amin meminta anggotanya mengawasi pelaksanaan Apel Kebangsaan yang digelar Pemprov Jawa Tengah di Lapangan Pancasila, Simpang Lima, Semarang, Minggu (17/3) lusa.

"Kami hadir di lokasi, lengkap dari kecamatan, kelurahan, dan dari kota," ujar Amin di kantornya, Jumat (15/3).

Amin mendapat undangan acara bertajuk 'Kita Merah Putih' itu. Menurutnya, kegiatan ini berpotensi disusupi materi-materi kampanye. Oleh sebab itu Amin melarang ada yang berkampanye di acara pemprov.

Surat undangan ditandatangani pejabat daerah dan logo resmi dari Pemprov. Amin mengupayakan pengawasan preventif agar pelaksanaannya tidak menyinggung politik, melainkan murni acara kebangsaan.

"Kami akan awasi di sana, kategorinya pengawasan non-kampanye. Kami pastikan tanggal 17 tidak ada muatan kampanye," Amin menegaskan.

Konon, Pemprov Jateng telah menganggarkan Rp 18 miliar dari APBD untuk Apel Kebangsaan yang diperkirakan dihadiri 130 ribu orang itu.

Berdasarkan undangan, kegiatan akan dimulai pukul 06.00 WIB sampai 12.00 WIB, tujuannya mengibarkan semangat naisonalisme. Terdapat foto sejumlah tokoh agama dan nama besar lainnya dalam pamflet yang tersebar di media sosial itu.

Di antaranya Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, KH Maimoen Zubair, Mahfud MD, Habib Luthfi, Gus Muwafiq, dan KH Munif Zuhri. Kemudian KH Ahmad Darodji, Uskup Agung Semarang Romo Rubiatmoko, Pendeta Eka Laksa, Nyoman Surahart, Go Boen Tjien, dan Pujianto.

Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Jateng Achmad Rofai memastikan kegiatan tersebut murni apel kebangsaan dan tidak ada unsur politis.

"Tidak ada atribut yang berkaitan dengan pilpres atau pileg, yang ada hanya merah putih. Semua nanti pakai ikat kepala merah putih," Rofai menambahkan.

Pemprov Jateng menyiagakan 1.300 personel keamanan dari tim gabungan TNI/Polri. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top