Tiga Perempuan di Sekitar Teroris Abu Hamzah

publicanews - berita politik & hukumPengaman rumah Abu Hamzah sebelum terjadi ledakkan pada Rabu (13/3) dini hari. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Teroris Husein alias Abu Hamzah berencana menikahi R. Wanita yang telah ditangkap di Tanjung Balai, Sumatera Utara, itu merupakan janda dari teroris A yang tewas ditembak Densus 88 Antiteror sebelum peristiwa Sibolga.

Selain R, ada lagi wanita berinisial Y alias Khodijah. Y merupakan warga Klaten, Jawa Tengah, yang ditangkap Kamis (14/3) kemarin.

Abu sendiri telah menikah dengan Solimah dan memiliki empat anak. Militansi Solimah dalam aksi teror tampak dari aksi bunuh diri bersama anak bungsunya yang masih berusia 2 tahun pada Rabu (13/3) dini hari.

Aksi meledakkan diri di rumahnya di Jalan Cendrawasih, Gang Serumpun, Kelurahan Pancuran Rambu, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, itu meluluhlantakkan rumah dan bangunan sekitarnya. Bahkan serpihan tubuh Solimah terpental hingga sejauh 70 meter.

Karo Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (15/3), mengatakan para wanita itu telah terpapar paham teroris

Bahkan, kelompok ini merencanakan melakukan serangan ke aparat kepolisian. Abu dan Y yang akan melakukannya.

"Y sudah merencanakan juga bersama AH. Kemudian dia itu akan melakukan amaliyah bersama AH," kata Dedi, Jumat siang.

Abu ditangkap pada Selasa lalu. Sebelumnya ditangkap RIN alias Putra Syuhada di Lampung. Bersamaan itu diamankan pula PK alias Salim Salyo di Kalimantan Barat.

Di Sibolga, tim Densus turut meringkus AK alias Ameng dan P. Ameng merupakan penyandang dana dalam mempersiapkan bom. Ia mengeluarkan Rp 15 juta untuk perakitan bom.

Ketika menangkap Abu, petugas mendapati 1 rompi berisi 10 bom pipa elbow dan sebuah kardus. Dari rumah Abu, tim Densus berhasil mengamankan 2 bom pipa, 4 buah casing tabung pipa dari elpiji, 100 kg flash powder, 2 bom pipa tabung, termasuk 1 bom pipa elbow.

Saat olah TKP, kembali polisi menemukan 5 buah bom kontainer yang sudah dilakukan disposal, Kamis kemarin. Di rumah PK ditemukan 30 kilogram bahan peledak. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top