PNS Bandung Wajib Naik Grab, KPK: Jangan Ada Konflik Kepentingan

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi. (Foto: BBC)
PUBLICANEWS, Jakarta - Komisi Pemberantasan Korupsi tidak ingin mencampuri polemik Grab to Work yang diterapkan Pemkot Bandung. Namun, KPK melalui pintu pencegahan mengimbau Pemkot berlaku adil dalam setiap kebijakan yang diterapkan.

"Kita enggak bisa masuk di situ karena enggak ada kompetensinya, tapi pintu pencegahan yang dilakukan oleh KPK adalah mengajak semua aparatur pemerintah, semua potensi di daerah, di pusat dan seterusnya supaya berlaku adil," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang Gedung KPK Jakarta, Kamis (14/3).

Saut tidak memasalahkan bila uang untuk carpooling berasal dari kocek pribadi. Akan tetapi lain hal bila kebijakan tersebut diterapkan dengan cara perintah dan menggunakan uang negara.

Hal itu, Saut menambahkan, bisa membawa conflict of interest yang berpotensi terjadinya permasalahan dalam tata kelola pemerintahan.

"KPK paling tidak suka kalau potensi conflict of interest itu tidak ditekan. Ketika potensi conflict of interest itu ada, itu pintu-pintu berikutnya adalah panjang. Inefisiensi, ketidakadilan," Saut menegaskan.

Ia mengingatkan agar penyelenggara negara tidak menimbulkan conflict of interest. Penyelenggara harus bisa menerapkan azas keadilan dalam berbagai hal.

"Kita bicara keadilan ekonomi tentunya kita akan menghindari potensi conflict of interest, kemudian kita harus adil, merata dan seterusnya. Itu kan standar-standar yang harusnya sudah dipahami oleh semua penyelenggara negara," Saut menandaskan.

Pada 11 Maret 2019, Dinas Perhubungan Kota Bandung melakukan uji coba program angkutan bersama atau Car Pooling Grab to Work terhadap aparatur sipil negara (ASN

Melalui program ini para pegawai wajib menggunakan Grab menuju kantor yang berada di kawasan Gedebage, Kota Bandung. Jika tak ikut dalam program itu, maka ASN pada level staf akan kena denda Rp 50 ribu, sementara level jabatan struktural didenda Rp 100 ribu. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top