Kriminalitas Langkat

Sebelum Ditangkap, Ustad DI Minta Maaf Telah Sodomi Puluhan Santri

publicanews - berita politik & hukumPimpinan Ponpes Al Ikhwan, Langkat, Sumut, Ustad DI diduga melakukan sodomi terhadap para santri. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Al Ikhwan, Langkat, Sumatera Utara, Ustad DI sempat mengumpulkan para santri dan meminta maaf karena melakukan sodomi.

"Para santri dikumpulkan pada Senin (11/3)," kata Ketua Umum Komnas Perlindungan Anak Arist Merdeka Sirait kepada wartawan di Jakarta, Kamis (14/3).

Pada siang itu, DI meminta maaf kepada puluhan santri yang menjadi korban pencabulannya. Menurut Arist, DI meminta belas kasihan para santri agar memaafkan.

"Saya minta maaf sama kalian semua atas perbuatan saya dan saya menyesal. Apa kalian tidak mau memaafkan Bapak. Apakah enggak kasihan kalian sama bapak? Saya menyesal atas perbuatan saya", ujar Arist, menirukan pernyataan DI.

Setelah adanya permintaan maaf itu, pada Senin malam itu juga para santri, banyak yang melarikan diri.

Mereka selain pulang ke rumah juga meminta perlindungan ke Kantor Desa Serapuh ABC. Situasi tersebut membuat kasus pelecehan seksual ini ditangani pihak berwajib. Terdapat 23 santri pria yang mengaku sebagai korban sodomi DI.

Arist mengatakan, Komnas PA bersama Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Sumut, LPA Kabupaten, LPA Kota Medan, dan Tim Sahabat Anak Indonesia akan melakukan pendampingan.

Polres Langkat telah menahan DI. Ia akan dijerat dengan pasal 76D UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukuman seumur hidup. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top