Ujaran Kebencian

Penasihat Hukum Dhani Ragukan Keahlian Saksi Bahasa

publicanews - berita politik & hukumAhli Bahasa dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Andik Yulianto saat memberi keterangan sidang Ahmad Dhani di PN Surabaya, Selasa (12/3). (Foto: ngopibareng.id)
PUBLICANEWS, Surabaya - Penasihat hukum Ahmad Dhani, Aldwin Rahardian, meragukan kesaksian ahli bahasa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Andik Yulianto. Menurutnya, ketertangan saksi dalam sidang di Pengadilan Negeri Surabaya itu meragukan.

"Saudara bukan ahli forensik linguistik? Ini tolong ya," kata Aldwin menanggapi keterangan Andi tentang kata 'idiot' dalam sidang pada Selasa (12/3).

Sebelumnya, Andi menjelaskan bahwa kata idiot yang disampaikan Dhani dalam vlognya mengandung muatan penghinaan. Ia merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), idiot berarti taraf berpikir paling rendah. Jika di peringkat antara 1-10, maka idiot berada di urutan terbawah.

"Ada subyek yang dituju (oleh ucapan itu) dan ada muatan hinaan. Karena (seseorang) tidak idiot dikatakan idiot," ujar Andik.

Andik juga menganalisa sikap (gesture) Dhani saat mengucap kata idiot. Dhani memang tidak menyebut siapa idiot yang dituju, namun bahasa tubuh menunjukkan kata tersebut tertuju kepada para pendemo.

"Ucapan kata 'ini idiot' sambil melihat keluar, sambil tatapan keluar, dan gerakan tangan, itu penunjuk ke arah kelompok yang menghadang," Andik menjelaskan.

Dhani mengunggah vlog tersebut saat ia tidak bisa keluar Hotel Majapahit karena dihadang pendemo. Ketika itu Dhani hendak menghadiri deklarasi tagar #2019GantiPresiden, vlog dibuat atas reaksi massa.

Koalisi Bela NKRI kemudian melaporkan Dhani ke Polda Jatim. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top