Tabloid 'Obor' Batal Reborn, Sang Pemred Kembali Dibui

publicanews - berita politik & hukumSetiyardi Budiono. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Pemimpin Redaksi Obor Rakyat Setiyardi Budiono membatalkan rencana peluncuran terbitnya kembali (reborn) tabloidnya pada Jumat (8/3) malam nanti.

"Acara peluncuran Tabloid Obor Rakyat (Obor Rakyat Reborn!) yang sedianya akan dilakukan nanti malam, Jumat, 8 Maret 2019, DIBATALKAN," kata Setiyardi dalam siaran tertulisnya, Jumat ini.

Setiyardi mengatakan, ia kembali dijebloskan di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, sejak Kamis (7/3) kemarin. Pemerintah membatalkan cuti bersyarat yang ia sandang karena dianggap meresahkan.

Kemarin, ia menulis di akun BB dalam perjalanan ke Cipinang. Ia berharap agar peluncuran tabloid yang diberangus pada 2014 lalu itu tetap berlangsung agar obor tetap menyala.

Namun, hari ini, ia membatalkan reborn tabloid yang mengambil gambar sampul muka Rizieq Syihab itu.

"Kepada teman-teman media, dan para undangan, yang sudah menyatakan kesediaan hadir, kami sungguh mengapresiasinya," ujar mantan wartawan majalah Temnpo itu.

Dalam siaran persnya itu, Setiyardi juga mengatakan seluruh tabloid batal diedarkan. Ia akan menggembalikan uang pelanggan.

Ia juga menyebut katering dalam acara yang akan digelar malam ini di Gedung Joang 45, Jalan Menteng Raya, Jakarta Pusat, akan dibagikan kepada kaum dhuafa.

Sebelumnya, Setiyardi dipidana karena menerbitkan Obor Rakyat pada 2014. Majelis hakim memvonis Setiyardi dan Darmawan Sepriyosa dengan hukuman 8 bulan penjara, pada 22 November 2016.

Keduanya baru dijemput paksa aparat Kejaksaan pada 8 Mei 2018. Lalu pada 3 Januari 2019, mereka mendapat pembebasan bersyarat.

Diektahui, menjelang Pilpres 2014, Obor Rakyat sempat terbit dua kali. Edisi perdana Mei 2014 dengan judul utama 'Capres Boneka'. Edisi kedua bertajuk '1001 Topeng Jokowi' beredar luas hingga di masjid-masjid dan pondok pesantren.

Tabloid ini berujung pelaporan polisi. Saat itu, Jokowi yang masih menjabat Gubernur DKI Jakarta ikut menjadi saksi.

Pada Pemilu 2019 ini juga terbit tabloid sejenis, yakni Indonesia Barokah, juga beredar di masjid-masjid. Tabloid tanpa susunan redaksi dan alamat palsu itu dinilai menyerang kubu Prabowo. Belum terdengar kabar polisi menanganinya meskipun sudah dilaporkan. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. WE_A @WandiAli08 Maret 2019 | 17:49:38

    Tindakan yg bijaksana, mengingat pesta demokrasi 17 april akan berlangsung, jangan sampai ada perpecahan antara rakyat.

Back to Top