Ada 15 Kabupaten di Papua Rawan Konflik Bersenjata

publicanews - berita politik & hukumKapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar. (Foto: tribratanews)
PUBLICANEWS, Papua - Sebanyak 15 dari 28 Kabupaten di Papua dinyatakan masih tinggi tingkat kerawanan konflik senjata hingga Pemilu 2019 berlangsung. Kabupaten rawan konflik tersebut, antara lain, Puncak, Puncak Jaya, Mimika, Intan Jaya, Nduga, dan Jayawijaya.

Kapolda Papua Irjen Martuani Sormin Siregar dalam seminar nasional di Rektorat Universitas Cenderawasih Kota Jayapura, Selasa (12/2), mengatakan bahwa kabupaten-kabupaten tersebut masih belum memiliki kepolisian resor (Polres). Misalnya, Kabupaten Nduga yang mengandalkan pos polisi, yang kini sudah ditingkatkan menjadi Polsek.

Polsek Nduga, ujar Martuani, hanya memiliki 15 personel. Padahal kawasan tersebut rawan kelompok kriminal bersenjata (KKB). Kasus penembakan sering terjadi di sana.

"Kami mengalami penolakan di Nduga karena trauma operasi Mapenduma pada 1996 lalu," Martuani menjelaskan.

Demi menciptakan wilayah yang kondusif, ia berharap krisis keamanan ini juga didengar Gubernur Papua dan jajarannya. Polisi berharap Peprov membantu dalam hal kebijakan.

"Agar bisa membantu untuk penyediaan infrastrukturnya," kata Martuani.

Permasalahan lainnya, ada satu kabupaten yang ternyata menjalankan roda pemerintahan di luar daerah yang bersangkutan. "Itu adalah Kabupaten Intan Jaya, ibukota di Sugapa tapi jalannya pemerintahan di Nabire. Karena masih ada persoalan internal di lingkungannya," Martuani menambahkan.

Soal tingkat kerawanan di Kabupaten Nduga, Kapolda menyayangkan aksi teror KKB dengan membantai 17 pekerja PT Istaka Karya beberapa waktu lalu.

Mengenai keamanan Pemilu, Martuani mengatakan ada 15 ribu TPS dengan 3 juta lebih DPT yang tersebar di 15 ribu kampung atau kelurahan, 500 distrik dan 29 kabupaten/kota. Polda juga berkoordinasi dengan militer.

"Kami bersama TNI siap mengamankan jalannya pesta demokrasi ini, tentunya dibutuhkan dukungan semua pihak," ia menegaskan. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top