Polisi Bongkar Prostitusi Online di Batam

publicanews - berita politik & hukumPolda Kepri merilis tersangka mucikari AS terkait prostitusi daring di Batam di Mapolda Kepri, Senin (11/2). (Foto: swakepri.com)
PUBLICANEWS, Batam - Polisi berhasil membongkar praktik prostitusi online atau daring yang mayoritas dari kalangan mahasiswi di Batam, Kepulauan Riau, Sabtu (9/2).

Total ada delapan orang yang diamankan Polda Kepri. Mereka adalah mucikari dan para pekerja seks komersial (PSK).

"Kerjanya terorganisir dan para PSK ini dijajakan melalui jejaring sosial," kata Kabid Humas Polda Kepri Kombes Erlangga dalam rilis pengungkapan kasus di kantornya, Senin (11/2).

Awalnya polisi mendapat informasi praktik prostitusi di bawah mucikari AS. Tersangka hendak menawarkan mahasiswi NJ (19) kepada pria hidung belang.

"Kita amankan juga mahasiswi asal Cirebon, NJ, yakni rekrutan AS," ujar Erlangga.

Dari pemeriksaan AS dan jejak digital ponselnya, polisi memperoleh daftar nama mahasiswi-mahasiswi dijadikan sebagai PSK.

Dari daftar itu polisi mengamankan VR (19) asal Purwakarta, WA (23) asal Batam, MA (36) asal Medan, FH (31) asal Batam, DR (24) asal Medan, dan E (19) asal Pangandaran.

Cara AS merekrut yakni melalui modus buka lowongan kerja di internet. AS membuat website khusus untuk menggaet calon pelamar wanita. Dari situ, AS menawarkan kepada pria hidung belang.

Perempuan tersebut dipatok mulai Rp 500 ribu hingga Rp 4 juta. Konsumen AS berasal dari sejumlah kota besar, seperti Jakarta, Bali, Maksar, Jogjakarta, dan Bandung.

"Jadi konsumennya bukan di Batam saja, bahkan juga melayani dari luar Batam," Erlangga menambahkan.

AS dijerat dengan pasal 2 UU Nomor 21 Tahun 2007 tentang Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dan pasal 45 Ayat 1 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang perubahan atas UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top