Skripsi Tagar #2019GantiPresiden, TKN: Mardani Terlalu Cepat Menyimpulkan

publicanews - berita politik & hukumPolitisi Partai Hanura Inas Nasrullah Zubir. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Jakarta - Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera memuji wisudawan terbaik Universitas Padjadjaran (Unpad) yang lulus dengan tema skripsi seputar gerakan tagar #2019GantiPresiden. Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai Mardani terlalu cepat mengambil kesimpulan. 

"Mardani Ali Sera terlalu cepat 'berejakulasi' ketika jargon tagar 2019 ganti presiden dijadikan tema skripsi salah seorang wisudawan Unpad yakni, Regita Anggia," ujar anggota Tim Penugasan Khusus TKN Jokowi-Ma'ruf, Inas Nasrullah Zubir, Minggu (10/2). 

Menurut Inas, skripsi tersebut bukan upaya untuk mendukung jargon tersebut. Melainkan menganalisis jargon #2019GantiPresiden sebagai gerakan populis.

Dalam skripsinya, ujar Inas, Regita melulu fokus tentang gerakan populis dari jargon tersebut. "Regita Anggia hanya mengidentifikasi bahwa gerakan yang dimulai dengan tagar 2019 ganti presiden tersebut merupakan bentuk gerakan populis," katanya. 

Inas menjelaskan, gerakan itu sebenarnya mulai terbaca sejak Pilkada DKI 2017. Dalam pandangan Inas, gerakan yang dikomandoi politisi PKS tersebut Mardani menempatkan posisi politik seolah-olah rakyat tertindas oleh pemerintah. 

"Elit berkuasa sebagai pemeran antagonis yang seolah-olah berbuat sewenang-wenang tanpa aturan, apalagi dibumbui dengan politik identitas," kata Inas.

Gerakan tersebut kemudian diaplikasikan oleh Mardani unuk Pilpres 2019. Tujuannya agar memperoleh hasil yang serupa seperti Pilgub DKI. 

"Akan tetapi gerakan populis tersebut telah bergerak liar dan berbahaya bagi kelangsungan demokrasi Indonesia, karena gerakan ini bermodalkan sentimen agama yang diramu dengan hoak dan false news," ujar Inas. 

Inas mengingatkan, gerakan populis ini menjadi berbahaya karena sudah terkontaminasi oleh kelompok-kelompok politik identitas yang ingin berkuasa. Agenda mereka tersebut akan berdampak negatif pada pluralitas dan kebhinekaan.

Sebab populisme mereka cenderung berpikiran tertutup dan anti-keberagaman," politikus Partai Hanura itu menambahkan.

Sebelumnya, Mardani mencuit tentang wisudawan terbaik Unpad Bandung dengan tema skripsi seputar gerakan tagar #2019GantiPresiden.

"Wisudawan terbaik UNPAD, judul skripsinya: 'Pengaruh Sikap pada #2019GantiPresiden sebagai Gerakan Populis terhadap Partisipasi Politik Pemilih Pemula Universitas Padjadjaran Melalui Penggunaan #2019GantiPresiden#".

Cuitan Mardani hingga pukul 09.20 WIB tadi disukai oleh 3.156 orang dan 1.121 kali. (ian/*)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top