Taruna Aldama Meninggal, Kemenhub Nonaktifkan Direktur ATKP Agus Susanto

publicanews - berita politik & hukumAldama Putra Pangkolan (19) Taruna Akademi Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar yang meninggal dianiaya seniornya. (Foto: Istimewa)
PUBLICANEWS, Makassar - Direktur Akademi Teknik Keselamatan Penerbangan (ATKP) Makassar Agus Susanto dinonaktifkan. Hal ini menyusul insiden meninggalnya Taruna ATKP Aldama Putra Pongkala (19) akibat dianiaya seniornya, M Rusdi (21).

"Setelah kami melakukan investigasi dan pertemuan internal, kami memutuskan menonaktifkan Direktur ATKP Makassar dan menskorsing satu orang untuk menjalani pemeriksaan pihak kepolisian," ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam keterangan tertulis dari Kementerian Perhubungan, Minggu (10/2).

Budi mengatakan, tak hanya Agus, seluruh personel ATKP Makassar yang diduga terlibat pada kejadian juga juga di ganti. "Berdasarkan hasil investigasi internal, kami memutuskan untuk melakukan pergantian personil terhadap seluruh lini di ATKP Makasar yang terlibat pada saat kejadian," ujar Budi menegaskan. (han)

Aldama Putra Pangkolan (19) tewas dengan tubuh penuh luka lebam setelah dianiaya seniornya di dalam kampus pada Minggu (3/2) malam. Polisi menetapkan Muhammad Rusdi (21), taruna tingkat 2 ATKP Makassar, sebagai tersangka.

Korban tewas setelah dianiaya seniornya karena tidak mengenakan helm saat mengendarai motor di dalam kampus ATKP di Jalan Salodong, Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar.

Ia dibawa ke dalam barak, lalu dianiaya para seniornya. Kapolrestabes Makassar Kombes Polisi Wahyu Dwi Ariwibowo mengatakan, kondisi Aldama kritis sehingga dilarikan ke RS Sayang Rakyat dekat kampus.

“Belum juga mendapat perawatan medis di RS Sayang Rakyat yang terdekat dari kampus ATKP, korban dinyatakan meninggal dunia,” kata Wahyu. (han/oca)

Berita Terkait

Komentar(2)

Login
  1. Cewek Kepo @ceweKepo10 Februari 2019 | 20:40:59

    Dihukum yg setimpal. Biar jadi pelajaran.

  2. Dellapuspita @Della10 Februari 2019 | 15:25:26

    Karna ga pake helm smpe harus di aniaya smpe meninggal,emg setara ya sm kesalahan dia,kadang senior suka semena" sok paling benar

Back to Top