Denny Indrayana Sebut Ada Kriminalisasi dalam Kasus Jubir Prabowo-Sandi

publicanews - berita politik & hukumDahnil Anzar Simanjuntak seusai menjalani pemeriksaan di Gedung Krimsus, Polda Mertojaya, Jakarta, 23 November 2018. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzar Simanjuntak menjalani pemeriksaan kedua dalam kasus dugaan penyimpangan dana Apel dan Kemah Pemuda Kemenpora 2017. Dahnil diperiksa di Direktorat Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Metro Jaya, Jalan Sudirman, Jakarta, Kamis (7/2).

Pengacara Dahnil, Denny Indrayana, mengatakan pemeriksaan kliennya itu lebih banyak karena aktivitas koordinator juru bicara Prabowo Subianto-Sandiaga Uno itu kerap melontarkan kritik terhadap pemerintah.

Denny menyebutkan pengembalian uang Rp 2 miliar, misalnya, telah di-framing seolah-olah sudah ada tindak pidana. "Itu adalah cara-cara keliru, salah, dan ada kriminalisasi," kata mantan Wakil Menkumham di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono itu.

Hal senada disampaikan Hariz Azhar yang ikut mendampingi Dahnil dalam pemeriksaan kemarin. "Ini bagian dari rintikan hujan kriminalisasi atau serangan terhadap orang-orang yang memang tidak menyenangkan, mengenakkan, atau mengganggu establisasi satu rezim politik atau rezim kekuasaan," ujarnya.

Hariz menambahkan, Dahnil merupakan koleganya dalam menyuarakan penegakan hukum di bidang pemberantasan korupsi. "Ini bukan soal dia ada di juru bicara 02," ujar Hariz.

Usai menjalani pemeriksaan, Dahnil mengatakan ia tengah diuji daya tahan oleh aparat kepolsian. Ia pun melontarkan pernyataan bahwa polisi tengah melaksanakan tugas tambahan tetapi Dahnil tidak menjelaskan makna ucapannya.

Dalam kasus ini, PP Pemuda Muhammadiyah sempat mengembalikan uang sebesar Rp 2 miliar kepada Kemenpora. Namun, cek tersebut dikembalikan, alasannya tak ditemukan permasalahan dalam kegiatan kemah pemuda berdasarkan LHP BPK.

Kepolisian telah memeriksa sejumlah saksi. Perkara dana kemah ini pun sudah ditingkatkan menjadi penyidikan meski belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top