Ujaran Kebencian

Berkaus 'Tahanan Politik', Ahmad Dhani Keberatan Dakwaan Jaksa

publicanews - berita politik & hukum Ahmad Dhani didampingi pengacaranya saat menunggu dimulainya sidang kasus ujaran kebencian di PN Surabaya, Kamis (7/2) pagi. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Surabaya - Jaksa Penuntut Umum Rahmat Hari Basuki mendakwa musisi Ahmad Dhani sengaja membuat vlog 'Idiot' untuk memprotes massa penghadangnya di lobi Hotel Majapahit, Surabaya. Saat itu Dhani hendak menghadiri deklarasi tagar #2019GantiPresiden, tapi ditolak massa penentangnya.

"Terdakwa dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan dan atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan atau Dokumen Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan atau pencemaran nama baik," kata Rahmat di Pengadilan Negeri Surabaya, Kamis (7/2).

Dhani tampak tenang mendengar dakwaan dalam sidang yang berlangsung 20 menit itu. Soal isi dakwaan, Dhani melalui kuasa hukumnya menyampaikan keberatan dan meminta berita acara pemeriksaan (BAP) yang lengkap.

"Kita mengajukan eksepsi. Kita lihat di persidangan saja," kata salah satu kuasa hukumnya, Indra Wansyach.

Nota keberatan akan diberikan pada sidang selanjutnya, Selasa (12/2). Hakim Ketua Anton Widyopriyono pun menyetujui pengajuan eksepsi terdakwa.

Ada yang mencolok dalam sidang perdana kasus ujaran keberncian ini. Suami penyanyi Mulan Jameela itu tidak berpakaian formal seperti saat sidang PN Jakarta Selatan. Kali ini Dhani hany berkaus hitam dengan tulisan 'Tahanan Politik'.

Tapi Dhanis masih mengenakan blangkon, ciri khasnya belakangan ini. Saat keluar ruang sidang, Dhani memilih langsung meninggalkan Pengadilan.

Dalam perkara ini, musisi yang menjadi terpidana kasus ujaran kebencian di Jakarta tersebut didakwa melanggar pasal 45 ayat 2 jo Pasal 27 ayat 3 UU Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP

Dhani dilaporkan Koalisi Bela NKRI ke Polda Jatim lantaran menyebut kelompok penolak deklarasi #2019GantiPresiden di Surabaya dengan kata-kata 'Idiot'. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top