Kasus 'Penganiayaan Borobudur' Naik ke Penyidikan

publicanews - berita politik & hukumDua orang yang disebut-sebut sebagai petugas KPK sesaat setelah diamankan dari Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Sabtu (2/2) malam. (Foto: dok. Pemprov Papua)
PUBLICANEWS, Jakarta - Polda Metro Jaya meningkatkan status laporan penganiayaan terhadap dua pegawai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Hotel Borobudur, Jakarta, ke tahap penyidikan. Dalam waktu dekat, polisi akan segera menetapkan tersangka kasus ini.

"Sebagaimana yang kami sampaikan sebelumnya bukti kuat yang dapat digunakan untuk membuktikan adanya penganiayaan adalah bukti medis berupa visum, rekam medis, atau bukti sejenis. Jadi, bukan berdasarkan foto atau gambar yang beredar," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah melalui keterangan tertulisnya, Kamis (7/2).

Dengan naiknya status menjadi penyidikan, Febri menambahkan, berarti sekaligus membantah klaim dari pejabat Papua yang menyatakan tidak ada tindakan penganiayaan.

"Mengacu ke KUHAP, tentu saja ini berarti penyidik telah punya bukti bahwa diduga penganiayaan terhadap Pegawai KPK yang sedang bertugas memang terjadi," ujarnya.

'Penganiayaan Borobudur', Siapa Berdusta: KPK atau Pemprov Papua?

Lembaga Antirasuah mengimbau kepada pelaku untuk segera menyerahkan diri ke polisi. KPK akan menghormati sikap jujur dan berani mengakui perbuatan penganiayaan tersebut.

"Para pimpinan dari pelaku penyerangan tersebut diharapkan memberikan arahan yang tepat pada bawahannya untuk patuh pada proses hukum," Febri menandaskan.

Dalam rilisnya, Senin (4/2) lalu, Kabag Protokol Biro Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Papua Gilbert Yakwar menyebut kedua petugas KPK tersebut adalah Muhammad Gilang Wicaksono dan Ahmad Fajar. Ia menyertakan foto keduanya dalam keadaan bugar. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top