Polisi Bongkar Perdagangan Wanita di Indramayu

publicanews - berita politik & hukumIlustrasi
PUBLICANEWS, Indramayu - Tujuh gadis berhasil diselamatkan petugas Polres Indramayu sebelum dijadikan pekerja seks komersil (PSK) oleh empat mucikari FS, FG, AR, dan WN.

Mereka dijanjikan bekerja sebagai baby sitter maupun SPG di Jakarta. Lima di antaranya masih di bawah umur.

"Namun pada kenyataanya para tersangka mempekerjakan mereka sebagai PSK dan terapis plus-plus," kata Kasat Reskrim Polres Indramayu AKP Suseno Adi Wibowo, Rabu (6/2).

Keempat germo menjalankan bisnis prostitusi di Indramayu itu berkedok sebagai penyedia jasa pembantu. Kebanyakan perempuan yang ditawarkan masih sangat muda. Tersangka memiliki pelanggan yang siap menggunakan jasa para perempuan.

"Bahkan tersangka sempat menawarkan para korban ini kepada para hidung belang melalui percakapan media sosial," ujarnya.

Suseno menjelaskan, kasus ini terbongkar berkat laporan warga yang curiga kepada tetangganya, yakni salah satu mucikari, yang melakukan penyekapan salah seorang perempuan di sebuah rumah di Kecamatan Kedokan Bunder, Indramayu.

Polisi menindaklanjuti laporan itu dan mendapati tiga tersangka lainnya. Dari penangkapan keempatnya itulah polisi mengamankan tujuh orang perempuan calon PSK.

"Tersangka juga memalsukan dokumen wanita di bawah umur dan sempat menyekap seorang korban," Suseno menambahkkan.

Barang bukti dokumen para korban dipalsukan oleh tersangka. Selain itu, ada laptop, kartu ATM, satu unit mobil, sepeda motor, dan beberapa salinan percakapan penawaran korban kepada pelanggannya.

Keempat tersangka dijerat Pasal 2, Pasal 6, dan Pasal 10 Undang-Undang No 21/2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. arif @muhammad arif07 Februari 2019 | 11:10:11

    hebat pa polisi...dapat membongkar kasus seperti itu

Back to Top