Mafia Bola, Polisi Duga Ada Upaya Hilangkan Barang Bukti

publicanews - berita politik & hukumKabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono. (Foto: pmjnews)
PUBLICANEWS, Jakarta - Satgas Antimafia Bola merasa ada yang janggal pasca penggeledahan dua lokasi di Jakarta pada Kamis (31/1) dan Jumat (1/2) pekan lalu. Lokasi yang digeledah adalah kantor PT Liga Indonesia di Rasuna Office Park dan PT Gelora Trisula Semesta, keduanya di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono menduga ada upaya menghilangkan barang bukti.

"Nah, pada saat kemarin kita menemukan ada mesin pemusnah kertas di sana. Kemudian kita bawa juga mesin itu," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono di kantornya, Rabu (6/2).

Penyidik, ujar Argo, akan memanggil orang-orang yang mengetahui keberadaan dokumen-dokumen soal praktik mafia sepakbola. "Nanti kita periksa, siapa orang yang memusnahkan kertas itu. Kertas itu apa, apakah dokumen atau keterangan yang lain," ia menambahkan.

Namun Argo todak bisa memastikan apakah benar ada aksi menghilangkan barang bukti.

Penggeledahan tersebut untuk mendalami bukti-bukti atas laporan mantan manajer tim sepakbola Persibara Banjarnegara Lasmi Indaryani.

Dari penggeledahan tersebut, polisi membawa lima unit CPU, alat penghancur kertas, dan sejumlah telepon genggam dari PT Liga Indonesia. Sedangkan di PT Gelora Trisula Semesta, polisi menyita rekening koran.

Sebelum kedua kantor tersebut, polisi menggelah dua kantor PSSI di FX Sudirman dan Jalan Kemang V No 5, Jakarta Selatan. Sekitar 71 dokumen dan 2 unit CPU disita. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. SatriaMgnd @Satria08 Februari 2019 | 15:33:56

    Sungguh licik sekali pelakunya ckck

Back to Top