Polisi Bantah Geledah Rumah Adik Wagub Sumut karena Tak Pilih 01

publicanews - berita politik & hukumViral seorang perempuan menuding polisi menggeledah rumah adik Wagub Sumut karena tak mendukung paslon 01, Kamis (31/1). (Foto: screenshot/YouTube)
PUBLICANEWS, Medan - Sebuah video berdurasi 17 detik viral di media sosial pasca penetapan tersangka oleh Polda Sumut kepada Musah Idishah alias Dodi, adik Wagub Sumut Musa Rajekshah. Video menggambarkan polisi melakukan penggeledahan di rumah Dodi yang berisi mobil-mobil mewah.

Dalam video itu muncul suara perempuan sekaligus perekam gambar melalui smartphone. "Saya viralkan ini pak, pasti! Alasannya apa kemari? Alasannya apa? Nggak jelas yah?" ujar perempuan dalam video tersebut, seperti tampak pada Jumat (1/2).

Petugas mencoba memberi penjelasan, namun suaranya tidak terdengar. Perempuan itu kemudian menuding penggeledahan karena tidak memilih pasangan calon nomor urut 01.

"Kami diwajibkan pilih kosong satu (paslon capres-cawapres nomor urut 01), kami nggak mau. Inilah makanya kalian datang kan. Pengkhianat!" ujar suara perempuan perekam tersebut.

Polda Sumut merespon video itu dengan menyebutkan apa yang disampaikan wanita tersebut merupakan fitnah. "Kami akan mengambil langkah-langkah berkaitan dengan statement tersebut," ujar Kabid Humas Polda Sumut Kombespol Tatan Dirsan Atmaja, Jumat siang.

Sang perekam, Tatan menambahkan, akan dijerat UU ITE karena membuat dan menyebarkan ujaran yang mencemarkan nama baik institusi Polri. Tatan menegaskan penggeledahan tak ada kaitan dengan Pilpres.

"Kami sudah mendapatkan video itu. Kami sedang proses secepatnya," katanya.

Menurut Tatan, polisi menggeledah rumah dan kantor Direktur PT ALAM ini karena menguasai 500 hektar hutan di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dodi menjadi tersangka dalam alih fungsi lahan seluas lebih dari 100 hektar. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. SatriaMgnd @Satria01 Februari 2019 | 14:53:34

    Haha ada-ada saja..

Back to Top