Kriminalitas Kalteng

Adik Jadi Otak Perampokan Kakaknya

publicanews - berita politik & hukumDua perampok Khusnul Khalik Alias Rajak (42) dan Jamali alias Ali (31) yang diamankan Polres Pulang Pisau. (Foto: borneonews.co.id)
PUBLICANEWS, Pulang Pisau - Aksi perampokan uang Rp 100 juta di perkebunan sawit Desa Paduran Sebangau, Kecamatan Sebangau Kuala, Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, Rabu (9/1), ternyata didalangi adik korban.

"Dalam kasus ini, adik kandung korban yang menjadi otak dan merencanakan dengan modus merampok saat di tengah perjalanan," kata Kapolres Pulang Pisau AKBP Siswo Yuwono Bima Putra Mada, Minggu (13/1), seperti dilansir dari Antara.

Kala itu korban, Andrie alias Aan bin Yusuf dan adiknya Surianto alias Harto (41) sedang dalam perjalanan dengan mobil pikap. Di simpang Jalan Blok H 12 Km 27, lokasi perkebunan kelapa sawit PT SCP 1, keduanya dihadang dua perampok Khusnul Khalik Alias Rajak (42) dan Jamali alias Ali (31).

Pelaku pura-pura meminjam kunci busi, tapi kemudian menodongkan pisau ke leher Surianto dan Andrie. Tas Andrie yang berisi uang Rp 100 juta mereka bawa kabur.

Khalik dan Jamali, yang belakangan diketahui buruh lepas PT Menteng Kencana Mas, juga mengikat tangan korban.

Atas kejadian itu, Surianto melapor ke Polsek Sebangau Kuala. Tapi keterangan yang disampaikan Surianto justru membuat polisi curiga karena dompetnya tidak diambil. Akhirnya Surianto mengakui perbuatannya.

"Dari hasil keterangan para pelaku, modus perampokan ini hanya akal-akalan karena Surianto terlilit utang," ujar AKBP Siswo.

Polisi menetapkan Surianto sebagai otak perampokan dengan kekerasan karena ingin menguasai uang kakaknya sendiri. Sebelum merampok, ternyata Surianto bertemu kedua pelaku di jembatan Km 10.

Kedua eksekutor dijanjikan upah masing-masing Rp 10 juta. Rencana itu sudah disiapkan jauh hari. "Korban sama sekali tidak curiga dengan sang adik yang ternyata memiliki niat jahat kepadanya," Siswo menmbahkan.

Para pelaku saling berkomunikasi untuk mengetahui posisi masing-masing. Mereka memberi kode menyalakan lampu sen untuk mulai aksi perampokan.

Dari pengembangan tersangka Surianto, polisi menangkap Khusnul Khalik di belakang perumahan karyawan PT MKM, Sabtu (12/1) pukul 06.00 Wita dan Jamali pukul 08.00 Wita di lokasi lahan panen kelapa sawit Blok M21/22 PT MKM.

"Surianto yang tadinya berpura-pura melapor menjadi korban perampokan, kini ditahan karena menjadi otak perampokan itu," kata Siswo. (imo)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top