Pembunuh Satu Keluarga di Bengkulu Diduga Orang Dekat

publicanews - berita politik & hukumPolisi mengevakuasi para korban di Simpang Suban Air Panas, Kecamatan Curup Timur, Rejang Lebong, Bengkulu, Sabtu (12/1). (Foto: dok. Polres Rejang Lebong)
PUBLICANEWS, Rejang Lebong - Penyelidikan polisi terhadap pembunuhan satu keluarga di Simpang Suban Air Panas, Kelurahan Talang Ulu, Kecamatan Curup Timur, Kabupaten Rejang Lebong, Bengkulu, Sabtu (12/1) sore, mengarah kepada orang yang dikenal korban.

"Saat ini petugas masih melakukan penyelidikan dengan memintai keterangan sejumlah saksi terdekat dan melakukan olah tempat kejadian perkara," kata Kapolres Rejang Lebong AKBP Jeki Rahmat Mustika kepada wartawan, Minggu (13/1).

Pelaku menghabisi nyawa janda Hasnatul Laili (35) bersama dua anaknya, Melan Miranda (16) dan
Cika Ramadani (10). Saat ini, polisi menelusuri identitas pelaku dari orang-orang terdekat korban.

Jeki mengungkapkan, kasus ini terbongkar berkat saksi Jamadi (40) yang menemukan jasad mereka bersimbah darah di dalam rumah. Saksi curiga lantaran korban yang kesehariannya berdagang pisang tidak keluar rumah.

Polisi menduga pelaku membunuh para korbannya menggunakan sebuah kayu balok. Saat olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan balok kayu di dekat korban dewasa.

Hasil pemeriksaan sementara, para korban dipukul di bagian kepala. "Kami masih menunggu hasil autopsi untuk memastikan penyebab kematian korban," ujarnya.

Polres Rejang Lebong juga menemukan mobil korban yang sempat hilang, yakni mobil Suzuki jenis APV bernopol BD 1702 LO. Mobil terparkir di halaman belakang RSUD Curup beberapa jam usai penemuan jasad korban.

Di dalam mobil terdapat beberapa tandan pisang serta jerigen putih. Kemudian ada pula ceceran darah di bagian samping belakang kanan.

Kasus ini juga menyita perhatian Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah, ia menyatakan ikut berbela sungkawa atas warganya yang tewas.

"Atas peristiwa ini kami pemerintah Provinsi Bengkulu ikut belasungkawa dan harapan kita pihak kepolisian untuk segera bisa mengungkap kasus ini," kata Rohidin. (imo)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. arif @muhammad arif14 Januari 2019 | 11:08:06

    cari terus si lelaku jangan sampai lolos kalo perlu matiin ajh

Back to Top