Kriminalitas Jakarta

Hari Ini, Bawaslu Bogor Putuskan Nasib Anies Baswedan

publicanews - berita politik & hukumGubernur DKi Anies Baswedan. (Foto: Antara)
PUBLICANEWS, Jakarta - Kasus salam dua jari Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan akan diputuskan Jumat (11/1) ini. Keputusan tersebut akan diumumkan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Bogor.

Kajian internal berupa pembahasan bersama Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Bogor sudah dilakukan Kamis kemarin.

"Pembahasan kedua terkait keputusan memenuhi unsur atau tidak (pelanggaran) akan dilakukan dalam pembahasan kedua besok," kata Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah, Kamis (10/1) kemarin.

Menurut Ivan, jika Anies Baswedan terbukti tak bersalah, maka proses pembahasan pelanggaran dihentikan. Sebaliknya, bila diputus melanggar maka dilanjutkan ke tahap penyidikan ke kepolsian. 

"Ini kan delik pidana. Maksimal 3 tahun," Ivan menjelaskan.

Anies dilaporkan atas simbol dua jari di acara Partai Gerindra di Sentul pada Senin (17/12/2018) lalu. Gubernur yang diusung Partai Gerindra dan PKS itu diadukan melakukan pelanggaran Pasal 547 Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Di dalam pasal tersebut tertulis bahwa pejabat negara yang dengan sengaja membuat/atau melakukan tindakan yang menguntungkan atau merugikan salah satu Peserta Pemilu dalam masa Kampanye, memungkinkan untuk dipidana dengan hukuman penjara paling lama tiga tahun dan denda paling banyak Rp 36 juta.

Kasus serupa pernah dilakukan oleh Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan dan Menkeu Sri Mulyani. Menggunakan fasilitas negara keduanya mengacungkan satu jari pada pertemuan IMF-World Bank 2018 di Nusa Dua, Bali, 14 Oktober 2018. Kasus Luhut-Sri ini tak terdengar lagi. (feh)

Berita Terkait

Komentar(1)

Login
  1. Dellapuspita @Della11 Januari 2019 | 11:36:33

    Ribet ya soal simbol gt haha

Back to Top