Kriminalitas Jateng

Ratusan Anggota Ormas Kunjungi Napi Solo Berujung Rusuh

publicanews - berita politik & hukumAparat keamanan melakukan pengamanan di Rutan Kelas 1 A Solo. (Foto: Solopos)
PUBLICANEWS, Solo - Rusuh di Rumah Tahanan (Rutan) Kelas 1 A Solo berhasil diredam aparat. Keributan pecah pada Kamis (10/1) siang ketika sekitar 30 orang dari suatu ormas membesuk tiga rekan mereka.

Kerusuahan terjadi ketika tahanan lain memprotes masuknya 30 pembesuk, padahal aturan maksimal hanya 5 orang. Para napi dan tahanan itu tidak terima dan berteriak-teriak memprotes.

Sebanyak 30 pengunjung yang tidak terima diteriaki para napi kemudian ngamuk dengan membanting dan melempar pot serta segala macam barang ke blok tahanan. Keributan tak bisa dihindarkan.

Rombongan pembesuk itu kemudian memanggil rekan mereka di luar yang berjumlah sekitar 200 orang. Kelompok itu memaksa masuk ke rutan.

Aparat keamanan dengan siap siaga membuat benteng di depan pintu masuk Rutan Kelas 1A Surakarta.

"Ada salah paham saat jam besuk antara penghuni rutan. Sempat terjadi benturan fisik, tetapi sudah dapat diatasi. Di dalam rutan kondisinya sudah aman dan kondusif," kata Wakil Kepala Polres Kota Surakarta AKBP Andy Rifai, Kamis sore.

Akibat kerusuhan itu enam napi dipindahkan ke rutan lain di Jawa Tengah.

Keributan hari ini merupakan buntut peristiwa pada 29 Desember 2018. Saat itu, tiga napi yang kebetulan anggota sebuah ormas melakukan sweeping dan menemukan ada napi bermain kartu.

Tiga orang itu meneriaki mereka bahwa kegiatan tersebut haram. Bahkan, mereka memukuli napi yang sedang bermain kartu. Masalah ini sebenarnya sudah selesai, namun entah mengapa muncul lagi hari ini. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top