KPK Identifikasi 84 Nomor Telepon Penyidik Gadungan

publicanews - berita politik & hukumJubir KPK Febri Diansyah. (Foto: Publicanews/dok)
PUBLICANEWS, Jakarta - KPK mengidentifikasi 84 nomor telepon diduga kerap digunakan oknum KPK gadungan. Hal ini terungkap berkat laporan dari masyarakat.

"Dari sejumlah pelaporan yang masuk ke KPK dan proses telaah yang dilakukan, kami mengidentifikasi 84 nomor telepon yang diduga digunakan para oknum KPK gadungan," ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah dalam keterangan tertulisnya, Kamis (10/1).

Sejumlah nomor palsu tersebut sangat mirip dengan nomor telepon KPK. Yang membedakan hanya kode awalnya, misalnya +02 021 2557 8300, +02125578300 +622125578300, +2125578300, dan +012125578300.

Febri menjelaskan, modus yang digunakan penyidik gadungan untuk mengelabui korbannya yakni dengan cara menanyakan identitas korban secara lengkap seperti nama, alamat, dan nomor KTP.

Penyidik palsu itu kemudian memperingatkan korban telah menyalahgunakan pembukaan rekening Bank BCA, Bank Mandiri, atau Bank Mega di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur.

"Menurut pengakuan korban, korban tidak pernah melakukan pembukaan rekening di kota tersebut," kata Febri.

Korban menginformasikan bahwa oknum KPK gadungan tersebut mengaku bernama Ika Putri Lestari dan Muhammad Bambang Saputra. Mereka menuduh ada uang haram masuk ke rekening korban.

"Dalam teleponnya tersebut, oknum KPK gadungan menyampaikan informasi kepada korban bahwa di rekening milik korban terdapat uang masuk senilai Rp 16 miliar yang diduga terkait dengan pencucian uang," Febri menambahkan.

Oknum tersebut, ujar Febri, kemudian menawarkan korban untuk membantunya melaporkan hal tersebut ke Polda Metro Jaya. Sejumlah korban juga dihubungi penyidik yang mengaku dari Polda Metro Jaya.

"Pada beberapa korban, bahkan ada yang mengaku pihak Polda Metro Jaya saat menghubungi. Ada pelapor yang sudah mentransfer uang sesuai dengan permintaan oknum, seperti Rp 14 juta, Rp 1 juta, dan Rp 350 ribu," ujarnya.

Febri menegaskan bahwa nomor-nomor tersebut palsu. KPK mengimbau masyarakat untuk selalu waspada. Bila ada perbuatan yang sifatnya mengancam dan pemerasan agar dilaporkan segera ke aparat penegak hukum setempat.

"Jika ragu dapat menghubungi Call Center 198 atau telepon pengaduan masyarakat 021-25578389," Febri menandaskan. (han)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top