Ricuh, Kursi dan Botol Melayang dalam Rapat DPRD Bombana

publicanews - berita politik & hukumRicuh dalam rapat DPRD Kabubaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Senin (7/1). (Foto: media sosial)
PUBLICANEWS, Bombana - Video ricuh dalam rapat internal DPRD Kabubaten Bombana, Sulawesi Tenggara, viral. Tidak hanya adu mulut, tapi juga kursi dan botol air mineral berterbangan. Kaca ruangan pun pecah berantakan. Antaranggota nyaris adu pukul.

Ketegangan berawal ketika Ketua DPRD Bombana Andi Firman yang tiba-tiba mengeluarkan badik dari pinggangnya. Ia mengancam beberapa anggota dewan. Peristiwa terjadi ketika rapat baru berlangsung 20 menit pada Senin (7/1) lalu.

Saat itu, anggota dewan dari PBB Sudirman diberi waktu bertanya kepada sekretaris dewan. Ia mempertanyakan kenapa tidak diundang pada rapat perubahan program dan DPA. Namun, belum dijawab, tiba-tiba Wakil Ketua Amiadin menyela pertanyaan Sudirman.

Anggota DPRD Bombana Anwar yang ikut dalam rapat internal itu menuturkan, akibat dipotong dengan nada bicara yang tinggi, Ketua DPRD langsung berdiri dan mengeluarkan badik.

"Langsung Pak Ketua berdiri dan mengucapkan kata 'mau cari solusi atau masalah'. Setelah itu, dia langsung cabut badiknya dan mengarahkan ke beberapa anggota dewan," kata Anwar kepada wartawan, Rabu (9/1).

Kericuhan pun tak terelakkan. Bahkan, makin tak terkendali ketika ajudan dan rekan Ketua DPRD ikut masuk ruangan. Beberapa orang naik ke meja, sementara yang lain melempar botol. Beberapa anggota dewan berteriak-teriak, 'stop, stop'.

Kericuahan berhenti setelah Kapolsek Rumbia Iptu Muhammad Nur Sultan memasuki ruangan dan menenangkan para wakil rakyat yang terhormat.

Kabid Humas Polda Sulawesi AKBP Harry Goldenhardt membenarkan peristiwa tersebut. Harry menambahkan, laporannya sudah diterima Polres Bombina. Polisi tengah menyelidiki kasus itu. (feh)

Berita Terkait

Komentar(0)

Login
    Tidak ada komentar pada artikel ini

Back to Top